Kehidupan rumah tangga Gibran dan Dirana adem-ayem aja. Nggak pernah berantem, apalagi sampe banting-banting piring kayak pasangan suami-istri tetangga sebelah mereka. Biarpun Gibran cemburuan, Dirana mulai memahami bagaimana sifat Gibran yang posesif sama pasangannya. Sebenarnya sih, buat mengenal atau memahami bagaimana sifat Gibran tuh nggak susah. Mereka kenal sudah beberapa tahun lalu---bahkan sebelum mereka menikah. Dulu memang musuhan, tapi kalau ditanya apa saja hal yang disuka dan tidak disukai pria itu pasti Dirana tahu. Iya lah, mereka sering pergi bareng-bareng, numpang makan, kadang numpang mandi di rumah Gino juga. Walaupun awalnya nggak tertarik buat saling perhatiin, akhirnya suka curi-curi pandang juga kan kalau lagi ngobrol sama yang lain. Kayak Gibran yang alergi sam

