Dirana menundukkan kepalanya sambil mengekor di belakang Gibran yang berjalan memasuki halaman rumah mereka. Dirana diam-diam melirik Gibran di depannya lalu mendengus sebal. Sepulang dari rumah Tante Lola terus marah-marah, sekarang suaminya itu malah mendiamkannya. Tidak ada obrolan sama sekali atau tanya apa gitu. Ini nggak, Gibran malah jalan aja gitu tanpa menunggunya. Dirana menginjak sesuatu lalu ia tekan kuat-kuat sebagai pelampiasan kekesalannya pada pria di depannya. Mengingat bagaimana Gibran marah tadi benar-benar membuat Dirana merinding di sekujur tubuhnya. Suaranya yang besar, gerakkan tangannya yang menunjuk Tante Lola membuat Dirana ketakutan setengah mati. Gimana kalau Gibran sampai memukul Tante Lola? Ah... tapi, untungnya saja Gibran masih waras. Nggak mungkin lah y

