Dirana ngambek sama Gibran karena nggak dibolehin kerja. Padahal Dirana sudah memohon lho sama suaminya. Pake jurusan merayu paling mujarab, plus pake peluk-peluk supaya Gibran luluh. Tapi nggak ngaruh ternyata. Gibran tetap kekeuh sama pendiriannya sendiri. Kalau istri tuh harusnya di rumah, nggak boleh kerja selama suami bisa menafkahi. Terus apa gunanya Dirana kuliah? Jangan-jangan nantinya Dirana nggak boleh kerja setelah lulus kuliah. Disuruh jaga rumah sama ngasuh suami dan anak-anaknya kelak. Dirana bosan di rumah sendirian, nggak ada teman ngobrol. Dirana bangun pagi-pagi langsung menuju ke dapur. Dia ada kelas siang hari ini, jadi bisa agak nyantai. Mau tidur lagi kasian sama suaminya harus ngajar di jam pagi. Biarpun Dirana sedang kesal, ngambek, tapi Dirana nggak pernah melu

