Cewek itu anak kandung Om Enno. Bukan selingkuhannya. Dalam hati Dirana mengulang dua kalimat itu sampai ke dalam rumah. Kemarin dua orang yang ia temui membuat kehebohan di sebuah mal. Aksi tarik-tarikan, jambak-jambakkan sampai acara jerit-jeritan pun menambah kehebohan drama mereka. Orang-orang berlarian menonton mengerumuni mereka dengan mata membelalak bak menonton drama di tivi-tivi. Sedangkan Dirana membatu melihat dua di antara tiga orang yang menjadi pusat perhatian itu adalah keluarga suaminya sendiri. Sampai di rumah Dirana menaruh kantong belanjaannya di atas meja dapur. Ia menggapai gelas kosong berniat menuangkan air dingin, tapi malah tumpah ke mana-mana. Dirana tidak menyadarinya, sampai Gibran datang dan menarik botol air dari tangan istrinya. “Kamu ngelamun?” tegur

