Si Putih Bab 42 : Yang Terlewatkan Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya kami tiba juga di depan rumah Tante Rossa. Aku langsung memasukkan mobil ke halaman rumahnya lewat pintu gerbang yang terbuka separuh. Di depan rumahnya berjejer beberapa mobil mewah milik dia dan suaminya juga anaknya. Aku dan Nadine turun dari mobil dan berjalan beriringan. Aku menekan bel yang ada di sebelah pintu rumah. Tak berapa lama, pintu besar itu terbuka. Terlihat wanita paruh baya bertubuh gempal tersenyum lebar ke arah kami. “Eh ada Nak Hamid dan istrinya. Mari silakan masuk. Tante Rossa ada di dalam,” ucapnya ramah sambil memberi jalan kepada kami. “Terima kasih, Bik,” ucapku pada wanita berusia sekitar lima puluh tahunan itu. Nadine mengangguk dan tersenyum juga ke arah asisten Tante Rossa.

