Si Putih Bab 45 : OTW Bali "Abang mau ngapain? Sana, ah, mandi, Abang bau! Habis mandi kita makan siang," ujarnya saat aku menggeser duduk di dekatnya. Sontak, aku langsung mencium pakaianku. "Masa sih Abang bau?" Aku mengeryitkan dahi. "Iya, bau kucing. Mandi sana, aku tunggu Abang di ruang tengah, ya," ujarnya sambil turun dari tempat tidur dan melangkah cepat menuju pintu. Raut wajah Nadine terlihat menahan tawa, agh ... dia pasti sengaja mengerjaiku. Padahal menurutku, aku ini nggak bau kok. Aku kembali mengendus bau sendiri. Setelah Nadine keluar dari kamar, aku pun bangkit dari tempat tidur lalu meraih handuk dan ngeloyor menuju kamar mandi. Setengah jam berlalu, kini aku dan Nadine sudah duduk berhadapan di meja makan. Rasanya bahagia, akhirnya bisa duduk makan bersama istri

