Kedatangan Pelakor
"Wanita tua jangan pernah bangga jadi istri Gunawan. Kamu hanya istri di atas kertas. Kamu hanya pajangan. Gunawan hanya mencintai dan memuja diriku. Kau tak ada arti apa-apa di matanya. Sadarlah siapa dirimu. Kau hanya besi tua yang tidak berguna,” kata Rara frontal seraya mendorong istri sah sugar daddy.
“Wanita tidak tahu malu. Gadis yang tidak bermoral. Kau hanya gundik yang dipelihara oleh suamiku namun sikapmu sudah melebihi nyonya rumah. Apa orang tuamu tidak pernah mengazankan dirimu ketika lahir sehingga kau menjadi iblis seperti ini ? “ Balas Irma tak kalah pedas.
Wanita muda yang ada di depan matanya murka mendengar ucapan Irma.“ Jaga bicaramu. Orang tuaku tak ada hubungannya dengan masalah kita. Jangan membawa mereka dalam masalah kita. Aku datang kesini untuk menjemput cintaku. Dimana dia? Aku ingin menyambut kekasihku,” kata Rara pongah seraya mengelilingi rumah.
Irma tak mau kalah mengikuti kemana Rara pergi. Wanita muda didepannya membuat emosi Irma naik ke ubun-ubun.“ Berhenti gundik ! “ Titah Irma emosi karena Rara rumah seenaknya. ”Jangan bersikap seolah-olah kau nyonya di rumah ini.”
Rara berbalik menatap Irma dengan tatapan jijik dan menghina.“ Jika aku mau, aku bisa melemparmu dari rumah ini.”
Sebuah tamparan mendarat di pipi Rara. Emosi Irma terpancing, tangannya reflex menampar Rara. Perempuan itu seusia anaknya. Rara berani datang ke rumah membuat onar dan bangga memperkenalkan diri sebagai selingkuhan suaminya. Selama ini Irma selalu sabar menghadapi sikap suaminya yang mata keranjang.
Semenjak jadi pilot dan kini menjabat sebagai direktur utama dari maskapai Titanium Air suaminya hobi bermain wanita. Sang suami akan berpetualang dari satu wanita ke wanita lainnya.
Demi anak- anak Irma bertahan membina rumah tangga selama 27 tahun bersama Gunawan. Selama ini Irma makan hati melihat kelakuan b***t sang suami. Irma sering mendapatkan laporan dari para sahabat tentang kelakuan Gunawan. Irma dulunya seorang pramugari, karena menikah dengan Gunawan ia memutuskan resign. Irma mengabdikan diri sebagai ibu rumah tangga. Mengurus suami dan anak-anak.
Semenjak Irma resign kelakuan Gunawan menjadi-jadi. Gunawan melakukan one night stand dengan pramugari senior mau pun junior. Asal pramugari mau ditiduri tak masalah bagi Gunawan pramugari seusia anaknya. Gunawan lebih menyukai wanita muda karena pelayanan memuaskan dan masih legit.
“Sialan. Berani sekali kau menamparku,” maki Rara seraya memegangi pipinya yang memerah ditampar Irma. “Beraninya tangan kotormu mengotori wajahku.” Rara mendorong Irma hingga wanita baya itu terdorong ke belakang dan hampir jatuh.
“Kau belum tahu siapa aku? Tidak ada yang berani melawan Rara Rinjani di Titanium Air. Aku ratu disana karena Gunawan sangat mencintaiku. Jangankan kamu, direktur yang lain bisa aku mutasi dengan mudah. Aku bisa menghasut Gunawan untuk mencampakkan kamu dan anak-anak. Selama ini masih berbaik hati tidak meminta Gunawan meninggalkan kamu. Kamu sadar diri, udah tua, peyot dan tak menarik. Sementara aku masih muda dan cantik. Kita berdua tidak bisa bersaing. Kamu kalah duluan sebelum perang .” Rara dengan brutal menjambak rambut Irma. Wanita baya itu mengaduh kesakitan dan berteriak. Ia dianiaya di rumahnya sendiri.
Irma meringis kesakitan berusaha melawan namun kalah kuat. Wanita muda itu tidak tahu diri dan bermuka tembok. Rara hanya gundik namun sikapnya seperti istri sah.
“Kamu jangan macam-macam. Aku bisa saja melemparmu sesuka hati. Bahkan karier suamimu bisa tamat di tanganku. Video asusila suamimu banyak di dalam Iphoneku. Jika aku sebar video ini ke media karier suamimu akan tamat. Keluargamu akan jadi gelandangan. Aku akan meninggalkan suamimu mencari sugar daddy baru.”
Tangis Irma tertahan mendengar ancaman Rara. Semarah-marahnya Irma, ia tak ingin Gunawan memiliki skandal yang akan menghancurkan karier dan nama baik keluarga mereka. Rara bukan wanita sembarangan. Ia iblis yang menyamar jadi wanita cantik.
Rumor yang mengatakan Rara memiliki kekuasaan di TA ( Titanium Air ) berkat dukungan suaminya bukan isapan jempol belaka. Rara memang mengerikan. Pantas saja karyawan TA tak berani bersinggungan dengan Rara. Jika ada yang bermasalah dengan Rara siap-siap dimutasi. Bagi pramugari siap-siap untuk di grounded atau tidak mendapat jadwal terbang. Petaka bagi pramugari jika mereka di grounded. Mereka hanya menerima gaji pokok dan tak dapat insentif penerbangan. Pemasukan mereka turun drastis.
Wanita ular, nakal dan murahan seperti Rara tak memiliki rasa malu . Apapun akan dilakukan untuk mencapai tujuannya.
“Gundik sialan! Beraninya kau mengancamku.” Irma murka seraya mengumpulkan tenaga melawan Rara.
Irma berontak dan balik menjambak rambut Rara hingga rontok. Irma melepaskan sakit hati. Irma menjambak Rara membabi buta. Ia kehilangan kesabaran. Irma dianiaya selingkuhan sang suami di rumahnya sendiri. Seharusnya Irma yang menganiaya Rara karena telah menjadi duri dalam rumah tangganya.
Rara tak mau kalah ia memberikan perlawanan sengit. Dua orang wanita beda generasi bergulat di lantai hingga berguling-guling. Mereka berteriak histeris karena kesakitan. Walau sudah tua Irma tak mau kalah. Irma menonjok hidung Rara hingga berdarah.
“Awwwww sakit,” pekik Rara terdengar pilu. Sebulan yang lalu ia baru saja oplas memancungkan hidung di Korea Selatan.
Efek tonjokan Irma, hidung Rara meradang dan ngilu. Rara tak berdaya karena hidung oplasnya ngilu dan nyeri. Rara serasa mau mati. Rara takut hidungnya patah dan membuat wajahnya jelek.
“Kau pantas mendapatkannya gundik. Rasa sakit yang kau rasakan belum sesakit yang aku rasakan. Perselingkuhanmu dengan suamiku sangat menyakitiku. Kau hanya simpanan dan w************n beraninya kau datang melabrak dan mengancamku. Jika kau ingin sebar video dan foto syur kalian. TERSERAH! Suamiku laki-laki dalam waktu dekat masyarakat akan melupakannya . Masyarakat akan mengingat foto dan video mesummu seumur hidup. Kau akan dilabeli w************n dan bintang porno. ” Irma lepas kontrol hingga mengucapkan kata-kata pedas.
Irma terpaksa berbicara kasar karena sikap Rara sangat keterlaluan. Rara mengoyak harga dirinya sebagai istri.
“Apakah hidungmu sakit? Ketahuan sekali cantik karena oplas bukan cantik alami. Tua hanya masalah umur nak. Kau akan mengalaminya nanti. Kau bisa berkata seperti itu karena masih muda. Aku dan kamu tidak bisa disamakan. Walau nasibku bisa dibilang mengenaskan dan menjadi wanita yang tersakiti. Setidaknya aku wanita terhormat. Kau wanita rendahan yang melempar tubuhmu pada suamiku. Kau sama dengan p*****r. Setelah memuaskan suamiku kau mendapatkan bayaran. Jangan bangga bisa berkuasa karena suamiku. Dimata orang kau hanyalah p*****r. Apa kau bangga sebagai p*****r ? "
“Irma TUTUP MULUTMU !” Gunawan tiba-tiba muncul di ruang tengah dengan menyandang raket tenis. Lelaki baya itu masih kelihatan muda dari usianya. Gunawan baru pulang bermain tenis.
“Bukan mami yang tutup mulut tapi p*****r itu.” Irma menunjuk Rara yang meringis kesakitan memegangi hidungnya.
Melihat Gunawan, Rara menangis semakin keras dan pilu hingga Gunawan marah besar pada sang istri. Tamparan mendarat di pipi Irma. Tanpa belas kasihan Gunawan menganiaya sang istri di depan Rara. Irma tergeletak di lantai.
Gunawan merunduk mendekati sang istri.“ Beraninya kamu menyakiti Rara,” hardik Gunawan kasar tanpa memanggil Irma dengan embel-embel Mami.
“Gundik itu yang kurang ajar. Dia menyerang dan menghina mami,” kata Irma mengadukan perangai Rara pada sang suami.
Rara bangkit dengan menahan rasa sakit. Ia tak mau kalah dan membela diri.“ Itu enggak benar dad. Aku kesini hanya ingin menjemputmu tapi dia menghinaku, menampar dan menonjok hidungku,” kata Rara memutar balikan fakta.
Gunawan menatap Irma penuh intimidasi dan wajahnya terlihat gelap. Irma ketakutan melihat tatapan membunuh sang suaminya. Gunawan tidak pernah seperti ini, Rara telah membuat suaminya gelap mata.
“Dia sengaja menonjok hidungku. Aku baru saja melakukan oplas hidung. Aku oplas demi dirimu dad tapi wanita itu iri padaku dan ia ingin merusak wajahku. Dia bahkan ingin memukulku dengan vas bunga,” kata Rara mengada - ngada memeluk Gunawan posesif.
Gunawan mengusap punggung Rara memberi ketenangan. Irma berdecih jijik karena Rara memutar balikan fakta. Pandai bersilat lidah.
“Beraninya kamu menyakiti Rara.” Gunawan menunjuk Irma. Gunawan tidak suka sikap sang istri.
Irma kehabisan kata-kata karena Gunawan membela selingkuhannya. Irma tak habis pikir apa yang ada di benak suaminya. Irma istrinya dan Rara selingkuhan. Kenapa suaminya lebih membela Rara ?
“Papi wanita itu yang kurang ajar. Dia memutar balikan fakta. Dia datang kesini melabrak mami dan mengancam akan menyebarkan foto dan video syur kalian jika mami macam-macam.”
Rara menggeleng pilu seolah-olah Irma menfitnahnya. Gunawan meradang dan emosinya meledak - ledak. Lelaki itu kembali menampar Irma hingga bibir Irma berdarah. Irma berusaha menahan tangis karena Gunawan membela selingkuhannya.
Irma berusaha tegar mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan. Gunawan memukulnya karena Rara. Seketika Irma ingat ucapan Tatjana, anak pertamanya untuk bercerai. Kelakuan b***t Gunawan sudah tak bisa dimaafkan. Ia sering bergonta-ganti wanita. Gunawan berselingkuh dengan para pramugari.
“Kau b******k Gunawan. Demi p*****r ini kau menamparku. Aku ini istri sahmu dan dia hanya gundik. Kau penjahat kelamin. Lelaki tua yang tidak tahu diri. Kau tidak liat pelacurmu itu seusia Tatjana. Kau tidak sadar hah.” Irma murka melampiaskan kekesalannya pada sang suami. Selama ini Irma tahu perselingkuhan sang suami tapi berusaha memaafkan demi keutuhan rumah tangga mereka.
Sebuah vas bunga mendarat cantik di kepala Irma. Wanita itu pusing, darah mengalir dari pelipisnya. Irma menatap siapa yang telah memukulnya. Ternyata Rara. Irma menatap Rara geram dan dendam. Irma bersumpah akan membalas perbuatan Rara.
“Beraninya kau menghina daddy. Daddy pria baik. Berani sekali kau memakinya,” ucap Rara berapi-api membela Gunawan.
Seseorang mendorong Rara hingga jatuh membentur dinding. Seketika Gunawan marah besar melihat ‘kesayangannya’ jatuh membentur lantai.
“Titania kamu,” hardik Gunawan pada si bungsunya.
Gunawan ingin menampar Tita. Bukannya takut Tita malah menantang Gunawan. “Ayo pukul pi. Aku tidak takut.” Entah keberanian darimana Tita melawan sang ayah.
Gunawan sangat otoriter sebagai kepala keluarga. Ucapannya adalah titah yang harus dilaksanakan. Jika membangkang harus siap menerima hukuman yang tak masuk akal. Gunawan diam ketika Rara menampar dam memukul Irma. Sikap Gunawan menumbuhkan kebencian dimata Tita. Gunawan membela selingkuhannya daripada maminya. Tita mengerti kenapa Tatjana, kakaknya membenci Gunawan dan memutuskan minggat dari rumah.
“Daddy sakit,” rintih Rara manja. Rara ingin menunjukan pada Irma dan Tita betapa pentingnya ia bagi Gunawan.
Tita menatap Rara dengan tatapan jijik. Ia mau muntah melihat kelakuan Rara.
Ini kualitas gundik papi ? Batin Tita bergejolak. Tita tak punya waktu meladeni Rara. Baginya mengurus Irma lebih penting daripada meluapkan kemarahan pada Rara dan Gunawan.
Gunawan merangkul Rara dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Tita. Papi akan buat perhitungan dengan kamu,” ancam Gunawan sebelum membawa Rara pergi. Gunawan tidak mengkhawatirkan keadaan sang istri. Ia lebih khawatir dengan kondisi Rara.
“Mami.” Tita histeris memanggil Irma.
Kepala Irma pusing, matanya berkunang. Irma pingsan dalam pangkuan Tita.
“Mami,” pekik Tita histeris merangkul Irma.
******
Tatjana mengepalkan tangannya karena geram. Tatjana menerima telepon dari Tita bahwa selingkuhan papi mereka datang kerumah rumah melabrak mami dan melukainya. Hati Tatjana serasa dicubit dan diremas ketika sang papi membela si gundik daripada mami mereka. Gunawan tega menampar mami dua kali dan membiarkan Rara memukul mami dengan vas bunga sehingga mami berakhir di rumah sakit.
“b******k. Papi b******n,” umpat Tatjana kesal seraya memukul meja kerjanya dengan keras.
Tatjana bagai singa tidur yang terbangun dari tidur panjangnya. Mata Tatjana memerah mengingat kelakuan papinya. Gunawan mata keranjang dan suka main - main dengan wanita seusianya. Dulu Tatjana merupakan pramugari Titanium Air, namun mengundurkan diri karena malu dengan tabiat buruk Gunawan. Menjadi pramugari bukanlah cita-citanya. Ia menjadi pramugari demi membahagiakan sang ibu.
Semenjak resign dari Titanium Air ( TA ) Tatjana minggat dari rumah. Keputusannya resign membuat Gunawan marah besar. Tatjana sangat malu dan kesal dengan kelakuan b***t Gunawan. Papi membawa teman-temannya sesama pramugari ke ranjang dan menidurinya. Tatjana sudah meminta maminya bercerai dari Gunawan namun mami bersikeras mempertahankan rumah tangganya.
Ketika minggat dari rumah Tatjana mulai membangun impiannya. Tatjana seorang gamer dan ahli IT. Berkat kegigihanya Tatjana menjadi CEO dari aplikasi game ternama. Tatjana CEO More Games. Berkat kerja keras selama empat tahun perusahaannya mampu berdiri kokoh dan sahamnya dijual di bursa efek. Ia menjadi CEO perempuan pertama di Indonesia. Tak ada yang tahu mengenai Tatjana seorang CEO karena ia menutup rapat identitasnya dari publik. Hanya Dion yang sering muncul ke publik mewakili dirinya. Dion juga salah satu CEO More Games.
Tatjana meraih smartphone dan melacak keberadaan Gunawan. Ia melacak keberadaan Gunawan melalui nomor ponsel. Setelah mengetahui keberadaan Gunawan. Tatjana segera meluncur ke lokasi. Gunawan berada di kantor Titanium Air. Tatjana mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Ia ingin segera menemui Gunawan dan mengucapkan kata-kata ‘mutiara’ untuk sang papi.
Ketika sampai di kantor TA ia segera meluncur menuju ruangan kerja Gunawan. Sapaan dari mantan rekan kerja tak di gubris Tatjana. Amarahnya sudah ke ubun-ubun dan ingin melampiaskan pada sang ayah. Tatjana mendobrak kasar pintu ruangan Gunawan dan lelaki itu kaget. Melihat kedatangan anaknya, Gunawan menjadi murka.