“Hai, Sam.” Chrissy melambaikan sebelah tangannya kepada Samuel yang sedang membuka pintu. “T-tunggu!” Kemudian wanita itu menahan pintu kamar yang hendak Samuel tutup kembali dengan menarik kenop pintu bagian luar. “Aku baru saja sampai pagi tadi dari Inggris, dan kau sudah merindukanku?” Samuel menyerah. Ia akhirnya membuka pintu kamarnya. Chrissy menyengir sambil mengangkat dua kantung plastik ukuran besar tinggi-tinggi. Samuel mengernyit. “Aku tidak melihat kantung-kantung itu tadi.” “Masih ada dua lagi di situ.” Chrissy menunjuk samping kanannya, ke dua kantung plastik yang ukurannya bahkan lebih besar dari yang sedang ia pegang sekarang. “Holy shit....” Samuel mengumpat, begitu melihat isi di dalam kan

