#33

1530 Kata

"Bang ngapain senyum-senyum sambil memejamkan mata, berhasil ya bang,  gol dah ya bang?" bisik Pandu perlahan pada Erik saat naik kereta menuju tempat kerja. Erik membuka mata dan menatap Pandu dengan kesal. "Gol gundulmu, aku masih harus menyembuhkan trauma Tiara,  gal gol gal gol aja," namun akhirnya Erik tersenyum lagi. "Tuh kan senyum lagi,  udah sampe mana bang, peluk, cium, raba-raba?" tanya Pandu menggoda. "Heeh kamu ini ya nggak mungkin lah aku cerita,  isi dapur kok mau dicritain,  biar aku sama Tiara yang menikmati dan merasakan," ujar Erik menjawab sambil menahan tawa. "Eeeh isi dapur," akhirnya mereka berdua tertawa pelan kawatir menggangu pengguna kereta yang lain. *** "Kia hari ini jadinya masak apa ya?" tanya Tiara. "Yang gampang ajalah mbak, saya kok sering ca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN