#35

1130 Kata

"Kamu kayak gelisah perjalanan kali ini Ndu," kata Erik saat mereka sudah di dalam pesawat. "Gimana nggak gelisah bang, istri menjelang melahirkan gini, aku semakin merasa bersalah pada Kiara," ujar Pandu pelan. "Semoga Kiara sehat-sehat saja Ndu, toh ada papa dan mamamu kan," ujar Erik lagi. "Iya sih, tapi kalau aku nggak dampingi, aku merasa bersalah bang, saat proses melahirkan kan harusnya aku ada di sisinya dan mengadzani bayiku sesaat setelah ia lahir,".Pandu menghela napas berat. "Semoga urusan kita cepet selesai Ndu," Erik menoleh melihat Pandu yang mendesah berkali-kali. "Akupun kepikiran ninggal Tiara, seminggu ini ada yang berbeda dari dia, mungkin Tia belum menyadari, sejak awal nikah, dia wanita cekatan dan rajin, pagi-pagi selalu menanyakan aku mau minum apa, lalu ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN