"Tenanglah, alhamdulillah sehat anak dan istrimu, anakmu cantik sekali Ndu, tapi lebih baik kamu ke Kiara dulu, ia tak henti menangis menanyakanmu," ujar mama Pandu menarik anaknya ke kamar Kiara. Mama Pandu membuka pintu dan melihat Kiara yang menatap langit-langit kamar dengan wajah sedih. "Assalamualaikum," suara Pandu mengagetkan lamunan Kiara, Kiara menoleh ke arah pintu dan air matanya menetes. " Wa alaikum salaaam." Pandu bergegas memeluk istrinya yang menangis semakin jadi. "Maafkan mas, sayang, nggak ada di dekat kamu, saat berjuang untuk anak kita," ujar Pandu memeluk erat Kiara. "Nggak papa, mas kan tugas dari kantor, cuman ya Kia jadi sedih aja," ujar Kiara pelan dan melepaskan pelukannya. "Ayo Ndu, liat anakmu dulu, Mia, aku ke ruang perawatan bayi ya," mama

