Tentang Reyhan

1350 Kata

Daniel memanggil Reyhan. Alih-alih menjawab atau menanggapi, cowok berjaket kulit itu malah berlalu begitu saja. Cowok itu melewati Caca dan Daniel tanpa mau repot-repot menyapa mereka. “Ca, duluan, ya!” seru Beno seraya menyusul sang ketua yang telah berjalan jauh memasuki area taman. “I-iya,” jawab Caca sedikit canggung. “Duluan, ya, Ca!” seru Raffa. Caca mengangguk sambil mengulas senyum palsunya, kemudian masuk mobil bersama Daniel. “Ca, lo nggak apa-apa?” tanya Daniel khawatir. “Gue nggak apa-apa, Niel,” ungkap Caca, berusaha meyakinkan Daniel bahwa ia baik-baik saja. “Serius? Tadi kelihatannya lo kaget banget pas lihat Reyhan,” ucap Daniel. “Kaget bentar. Sekarang udah enggak,” balas Caca. Daniel manggut-manggut saja. Ia menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan area taman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN