Dalam keadaan mata yang tengah terpejam rapat, wajah itu tampak begitu damai. Seakan-akan tak menyimpan dendam atau emosi rumit lainnya. Tetapi, saat menilik kejadian beberapa hari yang lalu Caca pun sadar bahwa cowok yang kini tertidur pulas itu memiliki kisah hidup yang rumit. “Silakan kerjakan soalnya ke depan!” titah Pak Wildan. Sayup-sayup Caca dapat mendengar suara Pak Wildan yang menyuruh salah satu siswanya mengerjakan soal ke depan kelas. Namun, Caca tak tertarik untuk memusatkan perhatiannya pada Pak Wildan. “Caca Ariska Pratiwi!” seru Pak Wildan. Caca mengalihkan atensinya. Ia menatap Pak Wildan dengan sorot mata terkejut dan wajah yang setengah gelagapan. “I-iya, Pak,” jawab Caca gugup. “Silakan kerjakan soalnya!” titah Pak Wildan. Seisi kelas pun kompak mengarahkan pan

