Cowok bertelinga lebar itu mengalihkan atensinya dari layar ponsel. Kini, perhatiannya tertuju pada cewek yang sudah beberapa bulan resmi ia pacari itu. “Kenapa?” tanya Candra seraya menyelipkan anak rambut Lia. “Bang Candra dulu suka bikin Caca repot, ya?” tanya Lia. Candra menggaruk tengkuknya yang tak gatal, merasa sedikit malu karena adik sepupunya suka sekali mengumbar aibnya. Menyebalkan memang. “Nggak, kok,” jawab Candra dengan yakin. “Bohongnya kelihatan banget. Bilang aja kalau, iya, Bang,” ujar Lia. Pada akhirnya, Candra tak bisa mengelabui insting Lia yang memang cukup tajam. “Eh, itu bukannya Reyhan?” Mata Candra mengerjap beberapa kali. Lalu, ia menoleh untuk melihat sosok yang Lia maksud. “Iya, kan, Bang?” tanya Lia. “Iya. Kok, dia nggak sama Caca? Tuh, cewek siapa

