“Saya akhiri sampai di sini! Untuk Caca, saya nggak akan kasih toleransi lagi, ya, kalau sampai minggu depan kamu masih telat!” ucap Bu Rima dengan tegas. “Iya, Bu. Saya janji nggak akan telat lagi!” seru Caca seraya menahan nyeri di sekitar lutut, lengan, dan bahunya. Setelah mendengar jawaban Caca, wanita itu keluar dari kelas. “Ca, lo nggak apa-apa?” tanya Lia seraya menghampiri Caca dan membantu Caca berdiri. Bayangkan saja cewek itu berlutut sambil mengangkat dua tangannya selama 1 jam 40 menit tanpa istirahat. Jadi, sekarang pasti sulit untuk Caca berdiri. Lia membantu Caca untuk berjalan menuju bangkunya. “Lo butuh apa? Makan? Minum? Biar gue beliin,” ucap Lia khawatir karena melihat wajah Caca yang tampak pucat. Caca menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis. “Nggak usa

