“G-gue ... gue juga seneng bisa ketemu lagi sama lo.” Cowok itu menyeringai puas ketika berhasil memperdengarkan percakapan menariknya pada sang lawan. Kali ini, ia yakin akan menang dan membuat Reyhan hancur. “B-bos?” tegur Raka. “Rey, lo nggak—” “Berengsek!” maki Reyhan pada Ado yang kini berdiri di hadapannya dan baru saja mengakhiri obrolannya dengan Caca. “Kenapa? Jangan bilang kalau selama ini lo percaya sama Caca? Lo percaya kalau dia beneran suka sama lo?” tanya Ado seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku. Reyhan ingin bilang iya. Reyhan ingin bilang bahwa ia percaya pada Caca dan akan terus seperti itu. Tetapi, saat mengingat obrolan Ado dan Caca beberapa menit yang lalu, rasanya Reyhan tak bisa berkata iya. Caca kenal akrab dengan Ado, itulah fakta yang sebenarnya. “Bos?

