Kejutan Dari Ado

1010 Kata

“Makasih, ya, Ca.” Caca mengangguk samar sebelum akhirnya meninggalkan Ado yang masih berdiri di depan pagar rumahnya. Wajah cowok bermata hazel itu menengadah, menatap langit yang sudah menggelap. Lalu, ia kembali menatap Caca yang sudah masuk rumah. Perlahan ujung bibirnya tertarik ke atas dan membentuk seringai licik. “Gue pasti bakal hidup dengan cara yang bener, Ca. Tapi, nanti ... setelah gue berhasil hancurin cowok lo,” desis Ado, kemudian memakai helm dan melajukan motornya. Cowok itu mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan kota Jakarta yang tak terlalu padat. Dua puluh menit kemudian, ia sampai di markas geng Triton yang tak pernah sepi penghuni itu. Begitu memasuki markas, aroma rokok pun langsung menyapa indra penciumannya. Di sudut ruangan ada Dion y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN