Caca Kembali

1134 Kata

Di depan sana para dokter sudah menghentikan aktivitasnya. Layar monitor jantung sudah menampilkan garis lurus yang teramat jelas, sejelas ekspresi para dokter yang sarat akan kesedihan dan penyesalan. Air mata sudah mengalir membasahi pipi Reyhan. Lidahnya sudah kelu tak bisa berkata apa-apa lagi. Bahkan, kini tubuhnya sudah akan ambruk jika saja Niko tak berbaik hati mau membantunya tetap berdiri. “Apa yang terjadi?” Telinga Reyhan menangkap suara Mia. Sayangnya, Reyhan tak punya tenaga untuk sekadar menjawab pertanyaan wanita yang selama ini sangat baik padanya itu. Tak berselang lama Eva, Fandi, Lia, dan Candra juga datang. Lia menutup mulutnya saat melihat garis lurus yang terpampang di layar monitor, sementara Eva langsung memeluk Mia. Kedua wanita itu menumpahkan tangisnya. “Lep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN