“Apa-apaan, nih?” tanya Reyhan. Cowok itu datang dengan langkah tergesa. Raut wajahnya menjadi dingin dan kaku ketika melihat kondisi markas yang sudah hancur. Raffa berdiri dan menyerahkan kertas kecil di genggamannya pada Reyhan. Reyhan menerima kertas tersebut lalu membacanya. Ini cuma kejutan kecil. Jangan terharu dulu. Ado “b*****t!” teriak Reyhan. Cowok itu menendang kursi yang ada di hadapannya, melampiaskan kemarahan yang serasa akan meledak. Kemunculan Ado benar-benar berhasil membangunkan iblis yang tertidur dalam tubuh Reyhan. “Argh! s****n!” Sekali lagi Reyhan berteriak, melampiaskan marahnya dan menendang-nendang udara. “Rey, lo mau ke mana?” tanya Raffa saat melihat Reyhan hendak beranjak keluar dari markas. “Ke mana lagi? Nyamperin anak-anak Triton-lah,” jawab Reyh

