“Masih belum keluar juga?” tanya Reyhan begitu sampai di hadapan Raka yang tengah berdiri di depan mobilnya. “Belum, Bos. Udah lebih dari satu jam,” jawab Raka dengan nada bicara yang sarat akan rasa khawatir. Reyhan menghela napas kasar, lalu menatap bangunan tinggi itu. Ia beralih menatap teman-temannya. “Jadi, gimana, Bos? Kita harus ngapain?” tanya Elvan. Cowok berjaket kulit itu berlari ke belakang dan membuka bagasi mobil Raka. Tangannya tampak menyingkirkan beberapa barang yang ada di sana. Sampai akhirnya Reyhan pun menemukan benda yang ia cari. “Bos, ngapain bawa linggis segala?” tanya Juned, matanya menatap linggis di tangan Reyhan dengan tatapan horor. “Ck! Buat buka pintu. Lo pikir gue mau ngapain?” tanya Reyhan setengah menggerutu. Lalu, Juned pun mengelus dadanya seaka

