Bab 16

1129 Kata

“Makasih…” Janar tertegun melihat apa yang disajikan Tika. Ia menoleh ke arah gadis itu. Ini… untukku?” Tika mengangguk,”sebelum pulang, aku kepikiran belikan kamu. Maaf kalau nggak suka.” “Aku suka,”jawab Janar cepat, ia langsung melahapnya. Tika kembali ke dapur untuk mengembalikan nampan. Sementara itu, janar makan dengan pikiran yang berkecamuk. Darimana Tika tahu kalau ia menyukai chesse cake. Mungkin Mamanya yang member tahu. Tika duduk di sebelah Janar, memerhatikan pria itu.”Janar, apa aku boleh pulang?” “Pulang kemana?” “Ke tempat tinggalku sendiri, maksudnya aku tinggal sendiri saja karena aku udah punya gaji. Maksudnya, bukan aku tidak tahu berterima kasih, aku akan tetap kerja kok. Hanya saja aku tinggal sendiri. Nggak baik kalau kita tinggal bersama begini.” “Tapi, aku,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN