“Lah, nanti juga datang sendiri Janar-nya.”Ibra mematung kebingungan. Alice tersenyum, mengusap lengan anak sulungnya itu. ”Biarkan saja Tika mencari Janar. Cuma Tika yang bias bikin janar jadi penurut.” “Tapi, kehadiranku malah bikin Janar kesal, Ma, padahal…Ibra cuma ingin memperbaiki hubungan ini.” “Siapa suruh kamu godain gebetannya?”Alice terkekeh. “Supaya Janar mau bergerak cepat. Seperti yang mama bilang, janar menyukai Tika, hanya saja rasa gengsinya lebih besar dari dunia ini.” Alice mengangguk-angguk, ”jangan sampai pesonamu itu malah membuat Tika jatuh cinta,ya.” “Mama, jika aku selalu memesona…aku bisa apa?” Ibra mengangkat kedua bahunya. Alice tertawa, lalu memeluk lengan anak sulungnya itu dan membawanya berbincang dengan tamu yang hadir. Sementara itu, Tika mengelilin

