Janar mengawasi Tika dari jauh, jangan sampai gadis itu kembali berurusan dengan mantan pacarnya. Menyadari ia sedang diperhatikan, Tika pun tersenyum pada Janar dan member kode bahwa ia akan baik-baik saja di sini. Janar mengangguk, sekarang, ia bisa bekerja dengan tenang. Aditya melirik ke arah Tika berkali-kali, ada yang berbeda dengan penampilan Tika kali ini. Mantan kekasihnya itu terlihat lebih cantik, modis, dan juga seksi. “Heh!”panggil Adtya dari kursinya. Tika mendengar suara itu, tetapi tidak menoleh akrena ia dipanggil dengan cara tidak sopan. “Hei, Tika!”panggil Aditya sekali lagi. “Oh, kamu panggil aku?” Tika menoleh sambil menunjuk diirnya sendiri. “Iya. Hanya ada kita berdua di sini!” “Oh…ada apa?” “Berapa gajimu bekerja dengan janar?”tanyanya dengan tatapan merend

