Aku bangun dalam dekapan tuan muda, syukurlah masih pukul lima pagi. Aku diam-diam keluar setelah mendaratkan sebuah kecupan di pipinya. Pergi menuju dapur tercium aroma masakan pelayan wanita. Dia menyunggingkan senyum padaku. Setelah melihat kegiatan pelayan wanita, aku kembali ke kamarku. Menggendong Kela si bayi gendut, tak terasa waktu bergulir begitu cepat. Setelah menyusui Kela sampai dia kenyang, aku mandi dan pergi menyiapkan sarapan tuan muda. "Selma," pelayan wanita membuka pembicaraan. "Ya bu?" Dengan telaten pelayan wanita menghidangkan omelet dan sup jamur di meja. "Segeralah menikahi tuan muda." Aku menoleh sambil tertawa, "Ucapan itu salah." "Tuan muda Zola pastilah ingin segera menikahi kamu, tetapi dia cemas. Wanita begitu cantik mau menikah dengan dia, pastilah

