Saat menuju butik lagi, aku bertemu Angel, dia sedang melihat-lihat koleksi pakaian kami yang selamat dari kebakaran. Begitu melihatku masuk, wajahnya tersenyum, Angel berkulit coklat dengan rambut sedikit ikal. Dulu saat aku pergi berkencan dengan Emmeric, dia kerap ikut menjadi obat nyamuk. Maka semua mata gadis-gadis akan melihat iri kepadaku. Aku berada di antara dua lelaki tampan, mungkin begitu pikir mereka. "Halo sister." Angel bahkan memanggilku sister. "Angel." Aku menjawab. "Wajah cantik begitu, sayang sekali kalau terlihat muram." Kemeja Angel bewarna hijau tua, melihatnya di sana sangat serasi dengan baju-baju mewah. "Kamu sendiri?" Angel tersenyum, "Aku datang berkunjung untuk berbincang denganmu. Bukan untuk yang lain." "Aku habis bertemu Emmeric." Aku berkata padanya

