Dua Lelaki

1105 Kata

Berlarian seperti remaja membuatku kehabisan nafas juga, apalagi dengan gaun panjang berkerlip dan sepatu yang memiliki hak cukup tinggi. Pergi ke luar ballroom dan menikmati suasana taman hotel, mencari sudut sepi. Akhirnya tuan muda berhenti. Aku tertawa, memandang kehijauan yang menyegarkan dan tingkah tuan muda yang spontan. Tuan muda bahkan tidak terlihat kelelahan sedikitpun. "Zola, aku rasa besok kakak dan ibu kamu akan mencincang aku." Dia tidak terlihat bersalah sama sekali telah membuat kehebohan. Tuan muda menggenggam tanganku sambil kami berhadapan, "Elysa memang bermulut pedas, tetapi dia bukan orang yang berani bertindak. Kalau wanita itu, lebih baik menjauhi dia." Tuan muda berkata seperti itu pastilah begitu tidak menyukai nyonya besar, bahkan tidak menyebut ibu tiri.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN