Pergi ke rumah sakit, aku meminta tuan muda menemani aku. Di dalam mobil, sepanjang jalan aku memeluknya dengan tubuh gemetar. "Maafkan aku." Dia berucap lirih. Hatiku terasa sesak, bahkan tanganku gemetar. Dalam hati jadi merasa egois, entah kenapa aku malah lega kalau Emmeric yang menyelamatkan aku. Seandainya itu tuan muda, aku tidak akan pernah memaafkan diriku. "Jangan minta maaf." Aku memohon dalam hatiku, sudah jelas tuan muda akan menyalahkan dirinya lagi. Dia selalu berkata agar dimana pun aku harus selalu berada di dekatnya. "Aku tidak menjaga kamu dengan baik." "Sudah Zola." Aku meletakkan kepala dengan lemah di pangkuannya, "Sudah. Hentikan." Dia memegang pundakku dengan erat, aku bertanya. "Apa pelakunya sudah tertangkap?" "Ya. Dia sudah di amankan, aku telah menelep

