Hari berlalu lagi dengan tenang, aku dan tuan muda di sore hari yang cerah bergandengan tangan memandang bunga-bunga. Berkencan seperti ini bagai anak remaja kasmaran saja. Melihat dia dari belakang juga sudah membuat jantung ini berdetak kencang sekali. "Zola." "Ya." Dia menghentikan langkahnya. Aku setiap bersama tuan muda sedikit banyak bertanya tentang hal-hal, walaupun dia menjawab tidak sesuai yang aku inginkan, tetap saja beberapa peristiwa tentang dia dapat aku pahami. Hanya, umurnya yang sudah 27 tahun memang menyimpan begitu banyak rahasia. Berbeda denganku, aku pikirkan, tidak ada sesuatu mengenai diriku yang tidak diketahui tuan muda. "Waktu itu kamu tidak memberitahukan identitas kamu, apa karena tidak mempercayai aku?" "Mungkin saja." Tuan muda bahkan menjawab dengan

