Pertunangan

1607 Kata

Di pagi hari, suasana begitu sejuk. Hujan turun dengan lambat. Aku sejak dulu terbiasa bangun pagi, terbiasa menyiapkan sarapan untuk ayahku dan Reva. Sekarang juga begitu, walaupun ada pelayan wanita, aku selalu membantu menyiapkan sarapan di bungalow. Melihat di dapur, pelayan wanita sudah bersiap memasak. "Ibu." "Halo Selma." "Masak apa hari ini?" "Menjenuhkam bukan? Setiap hari memikirkan mau memasak apa?" Aku tertawa memecah suasana pagi yang dingin."Tidak menyangka, ibu juga merasa begitu." "Apa kamu juga?" Pelayan wanita menggodaku. "Tuan muda sudah bangun?" Semalam kami pulang cukup larut. "Belum keluar dari kamarnya." Aku membuka tutup panci, dan mengaduknya. Ternyata pelayan wanita memasak sup. Kami mendapat kiriman sarapan dari rumah utama, berupa roti-roti. Sekali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN