30

1047 Kata

Menanti satu malam rasanya seperti menanti seribu Tahun lamanya. seraya berusaha memejamkan mata Dian merapal doa semoga apa yang dikatakan Leon dan kawan-kawannya untuk mengantarkan dirinya pulang kembali ke pulau marai benar adanya. Menit demi menit rasanya terasa begitu lama, malam itu itu dan bisa mendengarkan berbagai suara cara di luar rumah yang dia tempati angin besar burung malam dan dari jangkrik yang bersahutan seakan menjadi kidung malam penghantar tidur. Dan pada akhirnya Dean bisa mendengar kokok ayam jantan yang menyambut terbitnya matahari pagi. Di balik kabut yang pekat matahari yang hangat muncul malu-malu. Seolah tidak ada waktu lagi, Dean bergegas dan bersiap-siap untuk kembali ke Pulau Marai. Sekali lagi dia menyentuh Segara Biru, memastikan apa yang dia lihat saa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN