28

1031 Kata

"Makanlah, sudah sore dan makanan itu sama sekali belum kamu sentuh," perintah Leon. Dean hanya mengangguk ringan. Cerita tentang persembahan Dewi Laut membuat selera makannya hilang. Satu di antara empat orang akan dijadikan tumbal. Dean dan penduduk pulau Kabut tidak tahu siapa. Mungkin dirinya atau mungkin Valen dan Mahesa. "Saya ingin kembali," ucap Dean, suaranya melemah kebingungan, ketakutan, semua bercampur jadi satu laki-laki itu tidak tahu harus bagaimana agar dia bisa kembali. "Mau kembali ke mana? ke tempat asalmu? atau ke Pulau marai. Tidak takut kalau nantinya hidupmu akan habis?" Leon menyodorkan makanan lebih dekat pada Dean. "Makanlah!" lanjut lelaki itu. Leon hendak pergi meninggalkan Dean. Lelaki itu merasa sudah menunaikan tugasnya untuk memberikan makan kepada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN