bc

SI CUPU PSYCHOPATH

book_age18+
62
IKUTI
1K
BACA
goodgirl
badgirl
powerful
CEO
mafia
mystery
ambitious
bully
brutal
like
intro-logo
Uraian

Clelly seorang wanita yang merupakan salah satu anggota mafia yang sangat ditakuti kelompoknya karena keganasannya dalam membunuh musuh tanpa ampun hingga ia dikenal dengan "Psikopat haus darah"

Namun suatu insiden ia alami, dirinya dikhianati dan dibunuh oleh tuannya atau ketuanya yang memimpin seluruh anggota kelompoknya. Keberuntungan memihaknya Clelly yang seharusnya mati hidup kembali, tapi hal yang tak terduga ia malah menempati tubuh gadis cupu yang memiliki nama panggilan Rena, gadis yang tukang dibully di sekolahnya.

Bagaimana kehidupan Clelly setelahnya?

Bisakah ia membalaskan dendamnya?

INFO: CERITA MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN YANG TIDAK PATUT DICONTOH

By Fadiyah

Cover: Canva

chap-preview
Pratinjau gratis
Lahir Kembali
"Dengan pisau aku membunuh, dengan pisau juga aku terbunuh" Itulah kata yang pas untuknya. Clelly Aundry wanita cantik berumur 27 tahun, seorang pemimpin mafia ternama dan sangat ditakuti dengan keganasannya dalam membunuh. Clelly saat ini berdiri dengan tangan yang sudah berlumuran darah setelah membunuh musuhnya. Ia mendongak ke belakang untuk melihat keadaan sekitarnya. Tepat di belakangnya tuannya yang sangat ia hormati memasang wajah senang, senyuman terlihat di wajahnya yang tampan walaupun usianya sudah 30 tahun. Clelly langsung membungkukkan tubuhnya dan menyatukan tangannya lalu berbicara dengan hormat, "Hormat kepada Tuan Victor, saya sudah menyelesaikan misi yang anda berikan dengan baik." Tuan yang berdiri dekat degannya langsung mengelus rambutnya seraya berkata, "Kerja bagus, tapi-" Jleb! Sebuah tusukan pisau menusuk tepat di jantungnya, mata Clelly seketika terbelalak dengan kejadian yang tak duga dialaminya. "Tu-tuan Vi-victor ke-kenapa?" Tangan dari Victor memegang erat dagu Clelly dan berkata, "Seperti yang ku katakan kau sangat hebat Tiara, tapi kamu itu-" Sebelum menyelesaikan katanya datang seorang gadis cantik dengan pakaian seksi yang langsung melingkari tangannya ke tangan milik Victor. Clelly tau gadis itu adalah Resya Buana, musuh bebuyutan-nya. Dengan amarah Clelly berkata sambil menunjuk wajah Resya, "Apakah karena 'mu wanita j4l4ng?!" Resya tersenyum mengejek ke arah Clelly, ia mendekatkan wajahnya ke arah Victor dan berkata dengan nada menggoda, "Bagaimana sayang?" Victor yang digoda langsung melingkari tangannya di pinggang langsing milik Resya dan langsung menarik Resya hingga ia menabrak d**a bidang miliknya, wajah Victor dan Resya sangat dekat hingga nafas Victor terasa oleh Resya. Victor kemudian membisikkan Resya yang dapat didengar Clelly, "Apakah aku perlu menjelaskannya?" Dengan geram Clelly berkata, "Hanya karena wanita ini kau membunuhku! Apakah selama ini kesetiaan 'ku masih kurang, hah?!" Senyuman getir ia perlihatkan, tidak hanya sakit di tubuhnya, sakit batinnya pun sangat perih ia rasakan. Clelly mengelap air matanya yang jatuh dan kembali berkata, "Aku tidak pernah gagal menjalankan misi yang kau berikan padaku, tapi kenapa sekarang kau membunuhku? Begini 'kah balasan 'mu atas apa yang aku lakukan?" Victor tetap memasang wajah tenangnya tanpa rasa bersalah sedikitpun dan Resya memasang senyuman kemenangan dan ejekan untuk Clelly. Clelly tertawa terbahak-bahak untuk menertawai dirinya yang begitu bodohnya dimanfaatkan oleh tuannya yang selama ini ternyata lebih mendukung wanita j4l4ng yang ada di depannya, apalagi wanita itu adalah musuhnya. Resya dan Victor saling berpandangan. Resya berkata, "Apakah dia sudah tidak waras?" Victor menjawab, "Sepertinya begitu, sebaiknya kita keluar, aku sudah menuangkan bensin di setiap ruangan rumah ini." Resya mengangguk, namun sebelumnya ia berkata dengan nada mengejek kepada Clelly, "Inilah balasan karena kamu membunuh kakakku dan juga mengambil kekasih tercintaku dulu. Aku berharap kehidupanmu berikutnya akan lebih baik dari ini, hahaha, nikmatilah saat-saat terakhirmu Clelly," Resya kemudian pergi mengikuti Victor pergi. Clelly mengeratkan giginya dan berteriak lantang, "Sialan! Dasar pengecut! Jika kau berani bertarung mari bertarung denganku! Dasar j4l4ng ku bunuh kau!" Resya tersenyum dari kejauhan kemudian ia berkata lagi, "Kau sekarang sangat lemah jadi jangan berlaku sombong lagi di hadapan ku." Clelly berusaha berjalan dengan tubuhnya yang semakin lemah karena darah terus mengalir dari perutnya. "s**t! Sialan! Begini 'kah akhir hidupku, mati di tangan tuanku yang lebih memilih wanita j4l4ng itu," gerutu Clelly. Tubuhnya sudah tidak tahan untuk berdiri, ia terjatuh dan matanya perlahan-lahan menutup karena rasa sakit, namun kesadarannya sepenuhnya masih ada. Penyesalan saat ini yang ia rasakan, dan balas dendam itulah yang ingin ia lakukan. *** Di luar rumah. Victor sudah keluar dengan Resya di belakangnya. Ia berjalan mendekati mobilnya, semua anak buahnya telah berkumpul, Victor lalu menyalakan rokoknya. "Bakar rumah ini," perintah Victor kepada salah satu anak buahnya. Dan benar rumah langsung terbakar setelah anak buah Victor membakarnya. Victor, Resya dan anak buahnya langsung pergi setelahnya. "Semoga kamu tenang di alam sana Clelly." batin Victor kala melihat rumah tersebut terbakar dengan Tiara dan beberapa banyak orang di dalamnya. Di dalam rumah itu Clelly merasakan kepanasan. Ia tak bisa melarikan diri karena dirinya benar-benar lemas dan tak bertenaga, darah di perutnya terus keluar dan ia juga sesekali memuntahkan seteguk darahnya dengan pisau masih menancap di perutnya, ia tak bisa melepaskannya karena tangannya sudah tak bisa digerakkan. Rasanya ingin mati seketika apalagi ada api di sekitarnya. "Andai saja aku bisa hidup kembali, aku pastikan kalian berdua mati." Kata terlahir terucap oleh Clelly, kesadarannya sudah sepenuhnya hilang dan sudah dipastikan bahwa Clelly benar-benar mati. *** 40 tahun kemudian Di sore hari dalam sebuah bangunan tak terpakai, nampak sekelompok gadis muda sedang membully seseorang. Mereka menjambak, menghajar dan menendangnya. Terlihat satu gadis yang diam dan duduk dengan anggun memperhatikan teman-temannya membully, ia tersenyum puas. Ia bernama Jennifer. Ia salah satu ketua geng wanita di sekolahnya. Tak ada yang berani melawannya karena ia adalah anak orang kaya. Bahkan ada gosip mengatakan bahwa Jennifer adalah cucu dari ketua kelompok mafia yang sangat ditakuti dan sekarang kelompok mafia tersebut dipimpin oleh ayahnya karena kakeknya sudah pensiun. Ia berdiri lalu berjalan menuju tempat temannya. "Sudah cukup semuanya." Mereka menurut, semua teman-temannya pun berhenti atas perintahnya. Jennifer dan temannya pun pergi meninggalkan gadis yang dibully tersebut. Gadis yang teman-temannya bully sudah tidak sadarkan diri. Ia bernama Rena. Ia anak yang cerdas di sekolahnya namun ia culun dan sering dibully oleh teman sekolahnya. Bahkan yang sering membully-nya Jennifer dan gengnya. Rena tidak sadarkan diri bahkan hari sudah malam ia bahkan belum membuka matanya. Namun tiba-tiba terlihat bayangan hitam bergerak ke arahnya. Bayangan tersebut masuk ke tubuh Rena. Beberapa saat kemudian jari-jari Rena bergerak dan diikuti kedua matanya terbuka. "Ah! Sakit sekali!" Ringisnya. Ia perlahan bangun, ia mengambil posisi duduk dan coba melihat-lihat sekelilingnya. "Bukankah seharusnya seharusnya aku sudah mati? Apa yang terjadi?" Ia mencoba mengingat-ingat kembali ingatan terakhirnya yang ia alami. Ia mengingatnya, ia mati ditusuk oleh tuannya dan parahnya lagi ia dibakar. Namun sesaat kemudian tiba-tiba kepalanya sakit yang amat luar biasa. Kedua tangannya memegang rambutnya dan menarik-nariknya dengan kuat. "Sakit sekali! Ah!" Di tengah rasa sakitnya muncul 'lah serpihan ingatan-ingatan yang langsung ia lihat. *** Rena gadis muda berusia 17 tahun seorang siswa SMA. Sekolah yang di mana hanya anak elit saja yang bisa memasukinya. Rena bisa sekolah disitu karena beasiswa yang ia dapatkan sebelumnya di SMP karena prestasinya. Rena gadis yang hidup sebatang kara karena ayah dan ibunya berpisah, lebih tepatnya ayahnya meninggalkan ibunya demi wanita lain yang lebih cantik dan kaya dari ibunya. Saat itu Rena berusia 11 tahun. Rena hidup berdua dengan ibunya, tapi ketika ia menginjak usia 15 tahun ibunya meninggal karena sakit parah yang dialaminya. Setelah ibunya meninggal Rena berjuang sendiri untuk hidupnya. Rena rela bekerja paru waktu sepulang sekolahnya. Ia bekerja sebagai pelayan Caffe di kotanya, walaupun hanya Caffe itu sudah cukup memenuhi kebutuhan hidupnya. Di sekolahnya semenjak masuk ia sangat sering menjadi bahan bully-an para siswi di sekolah. Salah satunya adalah gengnya Jennifer. Jennifer gadis yang sangat ditakuti di sekolahnya, karena menurut rumor beredar ia adalah cucu dari sekelompok mafia dan sekarang diambil alih oleh ayahnya. Rena sering dibully oleh Jennifer and the geng karena ia gadis berpenampilan sederhana dan berkacamata. Jadi Rena menjadi kategori gadis cupu atau culun. Rena selalu dijambak, dipukul dan ditendang tanpa alasan. Bahkan ia juga pernah dikunci di toilet sekolah. Rena juga sering disuruh mengerjakan tugas sekolahnya. Namun, Rena tetap menurut perintahnya, ia juga tidak marah, baginya itu untuk mengasah kemampuannya dalam belajar. Kalau boleh jujur Rena memang sangat senang mengerjakan tugas seseorang, menulis dan membaca adalah hobinya, baginya ini lebih baik ketimbang ia dibully dengan kekerasan. Suatu hari ia tak sengaja menyenggol cowok tampan di sekolahnya. Rena terjatuh dan cowok itu membantunya berdiri. Namanya adalah Leo. Leo salah satu cowok populer dan tampan di sekolahnya, karena ketampanan 'nya, Leo menjadi incaran para murid wanita. Khususnya adalah Jennifer. Leo mengulurkan tangannya untuk membantu Rena. Rena menerima uluran tangan Leo untuk membantunya berdiri. Jennifer yang melihatnya merasa tak terima, ia berencana memberikan pelajaran pada Rena karena dekat-dekat dengan pria pujaannya. Hingga jam pulang sekolah. Rena menunggu angkutan umum di halte. Namun secara tiba-tiba dirinya ditarik dan dibawa masuk ke dalam mobil secara paksa. Mobil itu pergi jauh ke pinggiran kota. Jennifer dan gengnya membawa Rena ke sebuah bangunan tak terpakai. Mereka menghajar dan menendang Rena hingga babak belur dan terkulai lemas di lantai. Setelah selesai membuat Rena tak sadarkan diri, Jennifer dan gengnya pergi begitu saja meninggalkan Rena sendiri. Tanpa mereka sadari, perbuatan mereka sudah membunuh hingga kehilangan nyawanya. Bayangan hitam masuk ke dalam tubuhnya dan setelah itu kedua matanya terbuka. "Hahaha! Jadi ini dunia masa depan?" "Tapi, kenapa aku pindah ke tubuh gadis culun ini?" "Yang benar saja." Kata gadis itu, yang tidak lain adalah Rena yang baru sadarkan diri. Sebenarnya bukan Rena, melainkan jiwa Clelly yang mengendalihkan tubuh Rena, karena Rena yang sebenarnya telah mati. "Astaga kasian sekali pemilik tubuh ini," katanya setelah mengetahui ingatan pemilik tubuh ini. Ia melihat sekelilingnya yang di mana pengelihatannya kurang jelas. "Yah ampun mata ini rabun, sepertinya dia tidak pernah mengomsumsi vitamin A, wortel yang baik untuk mata." Rena kemudian bangkit lalu merentangkan kedua tangannya. Terlihat tubuhnya terdapat luka fisik, tapi bagian itu sudah terbiasa baginya, karena di kehidupan sebelumnya ia sudah banyak mendapatkan luka fisik bahkan yang parah dari yang kini ia alami. "Mungkin aku diberi kehidupan kedua untuk membalas dendamku,"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Pulau Bertatahkan Hasrat

read
640.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
40.9K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook