Satu tangan Ananta mulai menyentuh tengkuk Mira. Mendorong tengkuk perempuan itu untuk memperdalam ciuman mereka. Awalnya hanya kecupan ringan namun Ananta mulai memagut bibir Mira. Ia yang mengendalikan ciuman ini. Satu tangannya masih melingkar erat di pinggang perempuan itu. Ananta bahkan memiringkan wajahnya agar mendapatkan posisi dengan sensasi yang lebih panas. Tangan Mira tiba-tiba memukul dadanya. Ananta yakin perempuan itu mulai kehabisan napas. Jadi Ananta menghentikan ciuman itu sejenak. Hanya menjaga sedikit jarak antar wajah mereka. Ditatapnya wajah Mira di antara keremangan lampu dance floor. Ananta tahu kalau tubuhnya menikmati semua ini. Akan tetapi entah kenapa keinginan itu menjadi semakin tidak terkendali. Ia ingin lebih dari sekadar ini. Keinginan kuat yang terasa b

