Sama seperti sang kakak, Maira juga termenung di tempat tidurnya. Kepalanya serasa mau pecah karena memikirkan berbagai macam hal. Jika boleh jujur, ia belum rela memutuskan hubungan dengan Nolan Sasongko. Selain terbiasa dimanjakan oleh kemewahan, pria tua itu juga menyayanginya. Nolan bisa berperan ganda sebagai kekasih sekaligus pengganti ayahnya. Namun apalah dayanya, kini ia harus mundur demi menjaga keselamatan diri sendiri. Terus terang ia takut bila identitasnya sebagai pelakor akan ketahuan oleh Arlo. Apalagi setelah mendengar cerita dari Moza mengenai betapa menakutkannya putra Nolan Sasongko itu. Maira tersentak dari lamunannya ketika mendengar nada dering ponselnya berbunyi. Yang lebih mengejutkan panggilan itu berasal dari pria yang sedang dipikirkannya. "Om Nolan? Aku angk

