"Aku harus berpura-pura menuruti kemauannya sambil mengulur waktu. Nanti akan kucoba mencari cara agar lepas dari pria gila ini," batin Moza. Hembusan nafasnya terasa berat karena tangan Arlo masih menekan pinggangnya. "Aku pegang kata-katamu! Besok serahkan semua surat-suratmu dan kartu identitasmu. Aku akan mengurus proses pernikahan kita karena kita akan menikah Sabtu ini," tandas Arlo mengejutkan Moza. "Sabtu, Pak? Apa tidak terlalu cepat? Setahu saya orang yang mau menikah persiapannya cukup lama. Bisa memakan waktu berbulan-bulan," ujar Moza mengemukakan alasan untuk membatalkan niat Arlo. "Masalahnya pernikahan kita bukanlah pernikahan biasa. Kita akan menikah secara rahasia. Tidak ada resepsi dan tidak ada tamu yang diundang. Kita hanya akan melakukan pemberkatan pernikahan la

