Surya cukup terkejut melihat rangkaian huruf yang membentuk nama anak sulungnya. Nama dengan arti raja kecil yang baik, dia sematkan pada bayi lelaki yang lahir hampir tiga puluh enam tahun lalu, kini tertulis jelas di buku nikah yang berada di tangannya. "Ini pihak KUA nggak salah tulis nama?" Surya mengalihkan pandangan dari buku yang dia bawa pada Kiana. "Ng-nggak Tuan. Memang itu nama suami sa-ya." Suara Kiana terdengar bergetar. Bebagai rasa berkecamuk dalam hatinya, takut, cemas, resah. Keringat dingin sudah membanjiri sekujur tubuhnya. "Ngayal apa menghalu kamu, Ki?!" Surya terpancing lagi emosinya. "Apaan sih Pap?" Wika penasaran lalu mengambil alih buku nikah Kiana dari tangan suaminya. "Regan Evandaru? I-ni Regan anak kita Pap?" Wika tidak percaya dengan apa yang dilihat

