Cukup lama Kiana menimbang secara matang saat ibu mertuanya menanyakan tentang keadaan yang dicurigai sedang berbadan dua. Selain ketakutan ditolak mentah-mentah juga membayangkan kemarahan Regan membuat Kiana mempertimbangkan sebelum menjawab pertanyaan Wika. "Kamu nggak usah takut, semua bisa dibicarakan." Wika semakin penasaran dan ingin segera mendengar jawaban dari Kiana. Helaan napas terdengar dari bibir Kiana, bahkan sampai beberapa kali. "Saya memang sedang hamil, Nya." Pengakuan akhirnya keluar juga dari mulut Kiana. Persetan dengan kemarahan Regan, yang pasti nggak mungkin dirinya akan menutupi keadaan yang sebenarnya, toh makin lama, perutnya juga akan semakin membesar. "Sa-ya me-mang sedang hamil, Nya." Kiana sampai dua kali mengatakan tentang keadaannya, dan pengakuannya

