Yogyakarta pagi hari, masih dengan kesibukan seperti biasa, Kiana menyiapkan sarapan untuk Dirga juga kedua orang tuanya. Dua bulan tanpa Regan, ada rasa rindu menelusup di hati Kiana. Biasanya tiap pagi paling riweh menyiapkan sarapan dan bekal makan siang suaminya, tapi kini hanya masak menu rumahan biasa. Hanya sesekali membuat salad saat dirinya ngidam saja. Rupanya baby mulai punya kebiasaan seperti ayahnya, lebih senang makan makanan sehat. Masuk tri semester kedua, kehamilan Kiana berjalan lancar. Mabuknya masih berlangsung, terkadang parah sampai harus rebahan dulu untuk memulihkan tenaganya, terkadang hanya mual biasa. Ngidamnya juga nggak terlalu neko-neko, masih bisa diatasi sendiri selama tidak ada Regan. Mungkin kalau adapun belum tentu Kiana mau meminta suaminya membelikan.

