"Arghh!" Teriakan Regan membuat beberapa pekerja di perkebunan gegas berlari ke sumber suara. "Innalillahi, Tuan muda jatuh!" pekik wanita paruh baya yang melihat Regan terpelanting dari punggung maxim. Empat pekerja lelaki membatu Regan bangun, lalu membawa cucu majikan mereka ke saung yang kebetulan jaraknya tidak telalu jauh. "Tolong panggilkan Mang Ujang, ponsel saya ketinggalan di rumah," pinta Regan pada salah satu pekerja. "Saya akan panggil Mamang," jawab lelaki muda yang pernah Regan lihat membantu Mang Ujang di istal. Regan meringis kesakitan, dari panggul sampai tulang leher terasa nyeri dan panas. Beberapa kali membuang napas sekedar meredakan rasa sakitnya. Tak berselang beberapa lama Mang Ujang datang bersama seorang dokter yang praktek di klinik perkebunan. "Ad

