Kiana hanya memandang ponselnya yang berdering tanpa ada niatan menerimanya. Matanya terpejam, membuang nafas kasar beberapa kali. Si penelpon juga sepertinya tak putus asa, niatnya gigih sebelum mendapat respon dari Kiana. "Mau apalagi sih?" gerutu Kiana dengan wajah cemberut. Karena merasa risih dengan suara dering ponselnya yang tak kunjung berhenti, maka dengan terpaksa Kiana menerima panggilan masuk tersebut. "Assalamualaikum." "Waalaikumsalam, kamu di mana? Lama sekali terima teleponnya," cecar si penelpon begitu Kiana mengucapkan salam. "Ada apa mencari saya?" Kiana bukannya menjawab, malah balik memberikan pertanyaan. "Kamu masih istri saya, masih tanggung jawab saya. Jadi katakan kamu di mana?" Rupanya Regan yang menghubungi Kiana. "Tanggung jawab apa? Nggak usah sok

