Bab 22. Wijaya Murka

1020 Kata

"Ki, sudah sadar? Sebentar saya panggilkan dokter." Aldi akan beranjak, tapi ditahan Kiana. "Anak saya gimana?" tanya Kiana lemah dan masih terdengar oleh Aldi. "Sebentar saya panggil dokter, biar nanti dokter yang menjelaskan." Aldi memasang senyum palsu demi menenangkan wanita yang baru saja kehilangan calon anaknya. Kiana akhir mengangguk dan melepaskan tanganya dari tangan Aldi. Tangis Aldi pecah begitu pintu kamar rawat Kiana tertutup sempurna. Dadanya terasa sesak, dia tahu bagaimana rasanya kehilangan. Untuk sesaat lelaki yang wajahnya sekilas perpaduan antara Regan dan Dirga itu melampiaskan kesedihan atas kehilangan bayi Kiana dengan tangis. Puas menumpahkan air mata, gegas Aldi menuju nurses konter, memberitahukan kalau Kiana sudah sadar. Dokter memeriksa keadaan Kiana de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN