Bab 23. Menjauh

1017 Kata

Regan memacu mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit. Walau belum yakin kalau anak dalam kandungan Kiana adalah darah dagingnya, tetap saja ada rasa perih ketika mengetahui janin yang belum sempat dia lihat bentuknya harus luruh, terlebih akibat perbuatan ibunya. "Mami kenapa bisa jadi setega itu ya? Apa mami marah karena aku menyembunyikan pernikahanku dengan Kiana?" Pikiran Regan berkecamuk, terlintas wajah cantik Kiana yang sedang tersenyum lepas saat mereka belum menikah dulu. Dan Regan baru tersadar kalau setelah menikah, senyum itu seakan hilang dari wajah Kiana. "Maaf telah membuatmu masuk dalam kubang luka yang aku buat, Ki. Seharusnya aku tidak menawarkan pernikahan itu jika akhirnya hanya menyakitimu saja." Regan terus bermonolog sambil tetap fokus pada jalanan ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN