“eunggh” seyra mengerjapkan matanya menatap langit langit kamar
“jam berapa nih,oh masih jam segini lebih baik mandi dulu deh” ucap seyra
Seyra memasuki kamar mandi melakukan ritual mandinya
Pukul enam lebih tiga puluh menit seyra sudah sampe parkiran sekolahan dengan sepeda sport barunya bisik bisik terdengar jelas di telinga seyra
“gila siapa itu”
“murid baru mungkin”
“motornya keren cuy”
“cewek atau cowok sih”
Seyra memutar bola matanya malas dan dengan gerakan slowmo seyra melepas helm full facenya semua orang dibuat terkejut pasalnya yang mereka tau seyra tidak pandai dalam mengendarai sepeda sport. Tanpa seyra sadari radit dkk dan ana dkk (valen,rani) menyaksikan itu semua
“gila sih nenek lampir jadi jago” ucap angga tanpa sadar
“ih awas aja lo sey bakal gua bikin buruk citra lo” batin ana menahan kesal
“lo barusan muji kuman?” tanya kevin tak percaya
“eh apa apaan enggak ya” bantah angga
“makanya jangan dilihat dari cover” ucap fadlan yang sedang melihat seyra yang berbincang dengan nadine lebih tepatnya melihat kearah nadine karena sejak awal masuk sekolah fadlan sudah menyukai nadine
“sey,lo udah ngerjain tugas?” tanya nadine
“udah” balas seyra
“minjem ya sey hehe” ucap nadine cengegesan
“hmm” dehem seyra
Kringg kringg
Bunyi bell sudah menggema diseluruh sekolah membuat siswa dan siswi berbaris ke lapangan karena hari ini hari kamis
“kenapa pusing banget sih nih kepala” batin seyra
“sey are you okay?” tanya nadine sedikit khawatir karena muka seyra pucat
“im okay” ucap seyra
Mereka berbaris dan tak lama upacara dimulai,kini saatnya pembina selesai memberikan amanat
Brukk
“SEYRAA” teriak nadine yang kaget seyra pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah
Para petugas pmr bergegas membawa seyra ke uks diikuti nadine
“sey cepat sadar dong jangan buat gua khawatir napa” ucap nadine yang sudah berkaca kaca
“eunggh”
“sey sey lo udah sadar?mana yang sakit haa?” tanya beruntun nadine membuat seyra memutar bola matanya malas
“apaan Cuma kecapean aja nad” ucap seyra
“oh syukur deh” ucap nadine
“pengumuman diberitahukan kepada semua warga sekolah bahwa tiga hari kedepan kita akan mengadakan camping yang wajib diikuti oleh seluruh siswa dan siswi jika ada yang tidak mengikuti akan menerima sanksi” ucap salah satu guru dari ruang informasi
“lo ikut sey?”tanya nadine
“ikut lah” ucap seyra santai
“tap-”ucap nadine terpotong
“suttt gua dah punya rencana setelah ini kita keperusahaan sekarang okay alasannya gua sakit aja” bisik seyra
“okedeh” pasrah nadine
Saat ini nadine dan seyra sudah berhasil sampai pada mobil nadine bagaimana bisa? Ya dengan alasan seyra yang sedang sakit. Sesampainya mereka diperusahaan justine company
“selamat pagi miss” ucap salah satu pegawai dengan menunduk
“pagi” balas seyra
Seyra dan nadine berjalan menuju ruangan seyra
Seyra mengeluarkan handphone dan mendial nomor kak kenan
“halo kak keruangan sekarang” ucap seyra to the point
Tut tut
Tak lama pintu terbuka
“ada apa miss?” tanya kak kenan
“gausah formal kak,jadi aku mau justine company membeli yayasan sma cakrawala sekarang juga kak” ucap seyra
“loh kenapa?” tanya kak kenan
“ada keperluan” ucap seyra
“oh yaudah segera kakak urus besok sudah dipastiin dah ditangan perusahaan” ucap kak kenan
“oke thanks kak kenan yang terbaik” ucap seyra sembari tersenyum tulus
“yaudah kakak keruangan lagi ya” pamit kak kenan
“iya kak” ucap seyra
Nadine terkejut mendengar percakapan antara seyra dengan sekretarisnya bagaimana bisa seyra membeli yayasan dengan semudah itu sultan emang beda
“jadi gini gua tau apa yang akan kita tanggung kalo kita sering bolos gini kan,rencana ana yang entah itu terlewat batas atau tidak beli yayasan buat menyempurnakan rencana kita kelak” ucap seyra panjang lebar
“oh ya sekarang gua paham,terus kelanjutanya gimana?” tanya nadine
“buat besok gua dah nyiapin anak buah buat mantau kita dari jarak jauh jika rencana ana keterlaluan buat kita”ucap seyra
“gua sih setuju aja semua keputusan lo gua dukung” ucap nadine
Seyra berjalan menuju nadine lalu memeluknya
“terimakasih telah menjadi satu satunya sahabat gua” ucap seyra
“iya sama sama lo udah gua anggap kakak gua sans aja” ucap nadine
Drrtt drrrtt drrtt
Ponsel nadine bergetar tanda ada panggilan telefon
“bentar ya gua ngangkat telfon dulu dari nyokap” ucap nadine lalu sedikit menjauh dari seyra
Tak lama nadine datang
“sey maaf ya gua hari ini disuruh nyokap pulang cepat nemenin nyokap belanja katanya” ucap nadine tak enak hati
“udah gapapa,pulang aja hati hati” ucap seyra tersenyum
“byee sey kalo ada apa apa kabari ya” ucap nadine sembari melambaikan tangan
Seyra saat ini sedang berada didalam kamarnya dengan keadaan cukup memprihatinkan bagaimana bisa mata sembab,hidung memerah dan air mata yang tak kunjung berhenti.
Flasback on
Sudah cukup lama seyra berdiam diri diruangan tersebut sampai ia teringat dengan hal yang menimpanya tadi pagi
“apa gua harus cek ke dokter?” tanya seyra
Setelah berdebat cukup lama dengan pikirannya seyra memutuskan untuk kerumah sakit.
Karena sepedanya diantar anak buahnya ke mansion rara jadi berakhirlah seyra dirumah sakit dengan menggunakan taksi. Seyra berjalan menuju ruang kak salsa dokter pribadi rara sejak kecil
“hai kak” ucap seyra
“hai ra,ada apa?” tanya kak salsa
“seyra mau cek kak tadi pagi seyra pingsan terus mimisan ada apa ya kak?” tanya seyra
“kakak cek dulu ya,kakak harus diagnosis penyakit kamu” ucap kak salsa
Setelah cukup lama kak salsa datang dan mengatakan hal yang selama ini gak pernah seyra bayangin
“kamu mengidap penyakit leukimia ra masih stadium satu,kamu harus rajin berobat biar cepat sembuh ya”ucap kak salsa tak tega
Seyra mengambil surat pernyataan penyakit yang diidap seyra dengan mata berkaca kaca
“cobaan apa lagi ini” batin seyra seraya menitikkan air mata
“yasudah kak seyra pamit dulu” ucap seyra keluar meninggalkan ruangan kak salsa
Flasback off
“masih stadium satu sey lo harus semangat balas mereka yang nyakitin kamu” semangat seyra pada dirinya sendiri
Seyra memutuskan untuk menyiapkan berbagai keperluan yang ia gunakan karena tiga hari kedepan sekolah mengadakan camping.
“akhirnya selesai” gumam seyra lalu beranjak ke tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya
Keesokan harinya seyra sudah siap dengan baju simplenya,kenapa tidak menggunakan seragam? Karena camping ini merupakan acara tahunan sekolah dan tidak adanya sangkut paut dengan sekolah
“pagi mah” ucap seyra seraya menghampiri sang mama yang berada didapur
“pagi sayang” balas mama vina
“kamu mau camping ya,jaga diri disana baik baik ya” ucap sang mama dengan mengelus rambut seyra lembut
“iya mah” ucap seyra
“ke meja makan gih bentar lagi sarapannya selesai” perintah sang mama
“okedeh” ucap seyra berjalan menuju meja makan yang ternyata sudah ada anggota keluarganya
“tumben dek ikut sarapan” ucap bang dimas
“hehe iya bang” ucap seyra
“bikin gak mood aja kuman” sindir kevin yang diacuhkan seyra
“kok sakit ya?”batin kevin
“kamu camping dek?”tanya bang dimas
“iya bang tiga hari” ucap seyra
“hati hati disana ya” ucap bang dimas
“jangan buat ulah terus” ucap papa daren
Seyra hanya membalas dengan deheman ucapan papa daren karena seyra tau sejak papanya berhubungan dengan mama dari ana papa daren mulai tidak menyukai seyra.
“sarapan datang silakan dimakan semuanya” ucap sang mama vina
Semua makan dengan keadaan hening
“seyra dah selesai,seyra berangkat dulu mah,bang dim” ucap seyra lalu meninggalkan meja makan.
Seyra mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang hingga sampai disekolahnya yang sudah banyak bus bus yang akan mengantarkan mereka ketempat camping
“SEYRAA” teriak siapa lagi kalau bukan nadine
“apa?” tanya seyra
“kita satu bus sey” ucap antusias nadine
“syukur deh” ucap seyra
Nadine dan seyra memilih duduk dibawah pohon dengan mengamati siswa maupun siswi yang sedang asik berfoto ria
“diberitahukan kepada semuanya harap memasuki bus yang telah disiapkan sesuai dengan prosedure kelas masing masing” ucap salah satu guru
Nadine dan seyra berjalan memasuki bus dan memilih tempat duduk dibagian tengah dengan seyra yang berada disebelah kaca. Tak lama bus mulai berjalan menuju tempat dimana diadakanya camping
“eh katanya sma cakrawala diambil alih yayasan”
“eh iya katanya perusahaan mana?”
“katanya perusahaan justine”
Seyra dan nadine yang mendengar itu saling melirik dan tersenyum miring
Karena perjalanan yang cukup jauh sampailah murid murid sma cakrawala sampai ditempat pada sore hari
“hoamm,masih ngantuk juga” ucap nadine setengah sadar
Mereka menuruni bus bergantian dan sama sama memasuki hutan
“anak anak mohon perhatian sebentar kita akan mendirikan tenda disini dan setelah itu kalian mencari kayu bakar dihutan. Kelompoknya sudah saya tentukan bla bla bla… sudah kebagian semua kelompoknya mulai bekerja” ucap guru tersebut
Seyra dan nadine tidak satu kelompok dengan valen,rani dan ana
“nad,lo sama yang lain diriin tenda gua biar yang cari kayu bakar ya” ucap seyra
“tapi sey ini dah sore loh biar gua temenin ya” bujuk nadine
“udah gausah keburu gelap okay” ucap seyra pergi meninggalkan nadine yang khawatir
Seyra berjalan lebih masuk kedalam hutan karna kayu bakar banyak didalam hutan
“hai bicth” ucap ana
“eh bicth bilang bicth sih” sindir seyra
“lo ya,silakan bersenang senang dulu karena apa? Bentar lagi gua yang akan berkuasa diatas lo,semua kekayaan smith sebentar lagi akan ada ditangan gua” ucap ana dengan sombongnya
“oh ya? Hmm semoga berhasil ya” ucap seyra santai
“bokap lo tuh bodoh tau gak digoda mama gua gitu aja dah khilaf” ucap ana yang berusaha membuat seyra emosi
“emang dasarnya anak sama nyokap sama sama pengoda mau gimana lagi hee?” tanya seyra seraya menyindir ana
“loo yaa, gimana ya kalau nyokap lo tau tingkah suaminya diluar sana haha” ucap ana
“bahkan mama vina sudah tau dan santai aja tuh” ucap seyra
PLAKK
“kenapa? Kalah ya?” tanya seyra
“awas lo sey gua bakal hancurin lo” ucap ana menggebu karna emosi
Ana meninggalkan seyra ditengah hutan dan mengubah berbagai petunjuk agar seyra tersesat. Seyra menelfon anak buahnya agar mengubah kembali petunjuk yang telah diubah ana
Flashback on
Saat sedang termenung seyra menelfon anak buahnya
“halo besok ikut saya camping dan kalian tetap menjaga saya dari jarak jauh”
….
“hmm”
Tut tut
“kita lihat permainanmu” batin seyra
Flashbak off
Seyra berjalan santai melewati radit dkk dan ana yang sedang berusaha membakar kayu untuk dijadikan api unggun
“loh kok dia gak tersesat sih” batin kesal ana dengan muka masamnya
Fadlan yang menyadari perubahan raut wajah ana ketika memandang seyrapun angkat bicara
“lo kenapa na?”tanya fadlan
“eh e-nggak papa kok” ucap ana dengan senyumannya
“lo kira rencana lo bakal berhasil?jangan harap” ucap seseorang
Seyra mengampiri nadine yang sedang mondar mandir tak jelas
“nad,lo kenapa sih?” tanya seyra
“yaampun seyra lo gapapa kan?” tanya nadine dengan tangan yang membolak balikan badan seyra
“ishh nadine gua gapapa emang kenapa?” tanya seyra heran
“habisnya lo lama amat sih kan gua khawatir” ucap ana cemberut
Seyra hanya memutar bola matanya malas walaupun begitu hatinya terasa menghangat
“malam anak anak,semuanya sudah berkumpul acara kita pada hari ini adalah penjelajahan sesuai dengan kelompok masing masing ya acara akan dimulai sepuluh menit lagi harap semuanya siap siap” ucap pemandu camping
Seyra dan nadine memasuki tenda dan mengambil peralatan yang diperlukan seperti senter
“semuanya sudah siap?” tanya pembina camping
“sudah” jawab mereka serempak
“yasudah silakan dimulai” ucap pembina camping membuat mereka semua berpencar memasuki hutan
Sebelumnya sudah ada rambu rambu mereka mengambil sebuah bendera yang berada dihutan kelompok yang mengumpulkan bendera paling banyak akan diberikan hadiah
“kita berpencar aja ya kita kumpul disini lagi nyarinya jangan terlalu masuk hutan” ucap seyra pada anggota kelompoknya
“tapi sey” ucap nadine
“udah kalian dua dua gua sendiri oke” ucap seyra tanpa penolakan
Seyra sedang berjalan menengok kekanan dan kekiri guna mencari bendera yang dicarinya tetapi seperti ada yang mendorong yang membuatnya terguling masuk kejurang. Sepertinya dewi furtuna sedang berada dipihaknya nyatanya dia tidak jatuh ke jurang namun ada sebuah tangan kekar yang menahan tangan seyra. Seseorang tersebut menarik tangan seyra hingga seyra dapat naik dengan selamat saat orang itu akan pergi
“tunggu” ucap seyra menghentikan orang tersebut, orang tersebut memberikan lima bendera yang sedang seyra cari dan sebuah kertas yang berisi
“tetap baik baik saja sampai aku mampu menampakkan diri” MR.X
Ketika seyra mendongak sudah tidak menemukan siapa siapa
“terimakasih” batin seyra
Seyra berjalan mencari keberadaan teman temannya ketika sampai anggotanya yang sudah membawa masing masing bendera
“wah bendera lo banyak sekali sey” ucap salah satu anggotanya yang diketahui bernama melani
Seyra hanya membalas dengan senyuman karena sejujurnya dia masih bingung siapa orang itu dan mengapa dia membantunya. Seperti tak asing dengan nama itu.
Seyra dan yang lain berjalan menuju area camping berada yang ternyata sudah banyak orang berlalu lalang.
“hmm melani nih benderanya tolong kasih pak guru ya gua mau langsung ketenda”ucap seyra seraya memberikan bendera tersebut
“oh oke sey gua sama yang lain kesana dulu” ucap melani dkk
Seyra memasuki tenda diikuti nadine
“lo kenapa sey?loh kok siku lo terluka?” panik nadine
“tadi tu ada yang dorong gue ke jurang nad-”ucap seyra terpotong dengan teriakan nadine
“WHATT tapi lo gapapa kan? Mana yang sakit?” tanya nadine panik
“ishh jangan dipotong” kesal seyra
“hehe iya iya lanjut gih” ucap nadine cengegesan
“terus ada yang nolongin gua cowok tapi pake topeng dan ngasih bendera lima tadi” ucap seyra membuat nadine bingung
“cowok?siapa?sekolah sini?” tanya nadine beruntun
“kagak tau,sepertinya enggak soalnya dia pake serba hitam gitu” ucap seyra
“siapapun dia gua banyak terimaksih karna udah nyelamatin sahabat gua” ucap nadine seraya memeluk seyra
“sekarang mana tangan lo gua obatin”ucap nadine dengan menarik tangan seyra yang terluka
Tak lama nadine telah selesai mengobati tangan seyra dan teman temannya yang telah kembali waktunya sekarang mereka beristirahat.