matahari belum juga menampakan sinarnya tetapi gadis dengan jaket yang merekat ditubuhnya sudah berada diatas batu besar siapa lagi kalau bukan seyra.
“bentar bentar kan jaket ini yang ngasih mr.x sedangkan kemarin yang nolongin aku pake jaket seperti ini juga dia mr.x dong” batin seyra
“kenapa kemarin lemot banget sih sey” gerutu seyra pada dirinya sendiri
Sekarang masih menujukan pukul 04.40 wajar saja jika suhu sangatlah dingin
Disisi lain kenzo yang sudah terbangun dan berniat berjalan jalan berkeliling area perkemahan menemukan seorang gadis yang tengah duduk sendirian setelah dilihat lebih dekat ternyata sang adik yang gak pernah ia anggap
“ekhemm” dehem kenzo membuyarkan lamunan seyra
“ngapain lo disini?” tanya seyra ada nada tak suka didalamnya
“masuk,dingin” ucap kenzo to the point
“bukan urusan lo,mau gua sakit mau gua mati sekalipun lo gak peduli juga” ucap seyra sarkas
Kenzo yang mendengar perkataan seyra sedikit merasakan sakit hati daripada harus berlama lama menahan sakit hatinya kenzo pergi meninggalkan seyra
Seyra melihat depan kembali dimana matahari mulai terbit.
“sey,ayo berkemas kita bentar lagi ada pendakian” ucap nadine yang entah sejak kapan berada disamping seyra
“eh iya nad” ucap seyra sedikit terkejut akan kedatangan nadine
Nadine dan seyra berjalan menuju tenda dan mulai mengemasi peralatan mereka.
“oke anak anak agenda kita hari ini adalah pendakian,usahakan kita sampai dipuncak pada sore hari agar dapat mendirikan tenda dan bermalam disana. Bagi yang sudah ahli dalam pendakian bisa memimpin pendakian pada baris awal” ucap pembina camping
Murid murid sma cakrawala mulai berbaris dengan porsi keahlian masing masing
“ayo nad didepan”ucap seyra
“lo yakin?” tanya nadine
“yakin,gua sering ndaki ndaki kaya gini” ucap seyra
“hmm okedeh” ucap nadine karena dia tau kalau jiwa yang berada di raga seyra sekarang adalah rara
Seyra dan nadine berjalan menuju baris depan
“heh lo ngapain disini haa” tanya kevin sinis
Seyra hanya menaikan satu alis tanda bertanya ‘apa’
“apa masalahnya sama lo?” tanya nadine
“kalian itu gak pantes didepan yang ada harusnya kalian itu dibelakang secara kalian pasti nyusahin anak manja” ucap kevin
“so,kita lihat siapa yang lebih kuat” ucap nadine menantang sedangkan seyra hanya memandang mereka dengan tatapan tajamnya
Semuanya sudah berbaris sesuai dengan porsi keahlian masing masing
“semuanya siap?mari kita mulai” ucap pembina dan mulai berjalan diikuti dengan yang lain
Waktu telah menunjukan pukul dua belas siang dimana mereka akan beristirahat dan menunaikan ibadah solat bagi yang menjalankan
“huh gila capek cuy”ucap angga
“ck lemah” ucap nadine
“apa lo” ucap kevin sinis
“udah nad gausah dipeduliin”bisik seyra
Radit dkk,ana dkk merasa sangatlah lelah tetapi seyra dan nadine seperti tidak merasakan lelah karena seyra atau rara asli dan nadine sedari dulu memang gemar mendaki
“jika semuanya sudah mari kita lanjut” ucap pembina dan mereka melanjutkan mendaki mereka,saat dipertengahan perjalanan
“radit kaki aku sakit” rengek ana
“duh gimana dong kaki aku juga sakit” ucap radit
“dasar kalau bukan karna harta ogah banget sama lo” batin ana
“kaki gua sakit banget” ucap kevin setengah berteriak
“haha jadi sekarang tau lah ya mana yang strong dan mana yang lemah” ucap nadine menyindir
Kevin yang merasa tersindirpun ingin menampar nadine tetapi tangannya dicekal oleh seseorang
“jangan main kasar sama perempuan” ucap fadlan tajam
“lo belain dia?” tanya kevin tak percaya
“gausah kaya anak kecil lo udah dewasa” ucap fadlan dengan menepuk dua bahu kevin dan berjalan meninggalkan mereka semua
Seyra yang berada didekat nadinepun tersenyum menggoda kearah nadine
“ihh seyra jadi malu” rengek nadine yang membuat tawa seyra pecah
“cantik”
“baru kali ini liat seyra ketawa”
“cantiknya”
“yaampun”
Merasa jadi pusat perhatian seyra menghentikan tawanya dan langsung merubah kembali wajah datarnya
“dah mau malam ayo bangun tenda” ucap seyra membuat mereka melaksanakan perintahnya
Ketika semuanya selesai bertepatan dengan waktu magrib
“sey gua ambil makan dulu lo disini atau ikut?” tanya nadine
“hmm gua tunggu disini ajalah” ucap seyra
“okedeh” ucap nadine seraya meninggalkan seyra sendirian
Saat sedang asiknya memandang langit langit yang sangat indah dikejutkan dengan kedatangan ana
“eh hai seyra” ucap ana
“to the point” ucap seyra
“oh gua Cuma mau buat rencana doang kok” ucap ana lalu mengambil ranting dan mengoreskan pada kakinya seketika darah keluar dan membuang ranting didekat seyra. Tanpa ana sadari nadine telah berdiri dibelakang ana sedari tadi
Radit dkk datang dan kaget melihat ana yang sudah menangis dengan kaki yang mengeluarkan darah
“ck drama banget” ucap nadine
PLAKK
PLAKK
Satu tamparan dilayangkan kepada seyra dan nadine
“JANGAN MENTANG MENTANG LO SAHABAT DIA LO BELAIN DIA YANG SALAH TERUS” Ucap kevin penuh emosi
“lo gak tau apa apa mending diem” ucap fadlan sarkas seraya menunjuk kevin
“lo kenapa belain mereka mulu si haa” tanya kevin
“karena gua gak suka sama seseorang yang main hakim sendiri” ucap fadlan
“lo jelasin apa yang sebenarnya terjadi atau gua bongkar semuanya” bisik fadlan pada ana
“emm i-tu se-benarnya aku cu-ma ke-na ran-ting send-iri bukan ka-rna seyra mau-pun na-dine” ucap ana terbatakarena terus ditatap intens oleh fadlan
“lo diancam sama mereka?”tanya kenzo
“eng-gak kak” jawab ana membuat kevin pergi meninggalkan mereka dengan perasaan bersalah
Seyra membuka ponselnya dan mendapati vidio dari nadine.
“dah yuk istirahat” ucap seyra pada nadine
Seyra dan nadine memasuki tenda dan mulai mengistirahatkan tubuh mereka.