“seperti disebuah danau yang sangat indah
“wah indah sekali” kagum rara
“hai rara” ucap seorang gadis yang menggunakan gaun putih yang sangat cantik
“seyra” gumam rara yang masih bisa didengar oleh seyra
“iya ini aku,aku minta tolong sama kamu jaga selalu mama aku ya ra” ucap seyra sambil tersenyum
“soal itu pasti sey” ucap rara sembari membalas senyum seyra
“oh iya setelah semua tentang ana terbongkar,semua tidak akan berjalan dengan mudah ra,bakal ada seseorang myang masuk lebih dalam ke keluarga smith dan kamu pasti lebih tersiksa,maafkan aku” ucap seyra sedangkan rara masih memikirkan perkataan seyra
“gapapa selagi gua masih kuat kok,oh iya lo gak mau balik lagi?” tanya rara
“enggak ra aku dah tenang disini. Terimakasih ya ra” ucap seyra
“jangan berterimakasih dulu sey” ucap rara
“yasudah kamu balik kecahaya itu ya ra” ucap seyra sembari menunjuk cahaya yang bersinar terang. Rara berjalan melewati itu dan seketika
“AKHH SA-KITTT” teriak seyra
Drrtt drrtt
Seketika bunyi handphone membuat rasa sakit dikepalanya menghilang
“halo nad ada apa?”
“sey lo bisa gak kumpul ke apartemen fadlan?buat membahas bukti bukti” ucap nadine diseberang sana
“yakin?masih pagi banget lo ini” ucap seyra
“yaampun seyraa ini dah jam sepuluh masih pagi dari mana” ucap nadine
“hah?dah jam sepuluh ya” bingung seyra
“pasti baru bangun tuh anak” ucap nadine
“yaudah gua siap siap dulu nanti gua kesana jam sebelas okay”
Tut tut
“emang dasar temen laknat” ucap nadine
Nadine menuliskan pesan kepada fadlan
Me
Fad,gua sama seyra kesitu jam sebelas
Tak lama handphone nadine berbunyi
Ting
Fadlan
Ya
Pukul sebelas nadine menunggu seyra dibasemen apartemen fadlan
“mana nih seyra,awas aja kalau telat”ucap seyra entah pada siapa
Brumm brumm
Suara mobil sport menggema dibasemen seketika menjadi pusat perhatian bagi yang berlalu lalang di tempat tersebut
“nah itu anaknya” gumam nadine yang masih berada didalam mobil. Nadine keluar mobil menuju keberadaan mobil seyra.
“lama amat sih neng” ucap nadine
“biasa tadi harus perawatan dulu haha” ucap seyra
“hah?serius lo?” tanya nadine tak percaya
“ya gak lah masa waktu satu jam bisa buat perawatan” ucap seyra kembali
“yaudah yuk” ucap nadine
“bentar ambil gih cemilan dibagasi” ucap seyra sembari menaik turunkan alisnya
“iya bentar” ucap nadine pasrah
Setelah nadine mengambil dua plastik yang sama besar mereka berjalan menuju lift dan menuju ke lantai tempat fadlan berada
Ting nong
Ceklekk
“eh dah sampe,sini masuk” ucap fadlan mempersilahkan masuk
Karena fadlan dari awal sudah memberikan nomor kamar dan lantai pada nadine sampailah mereka didalam apartemen fadlan
“jadi gini yang mau gua bahas disini kita kan gak tau resiko apa yang akan kita dapat jika bukti hanya ada Cuma satu maka dari itu gua mau buktinya kita gandakan” ucap fadlan
TING
Fadlan melirik handphonenya yang menampilkan pesan singkat dari angga
Angga
Fad,kumpul mansion twins
Me
Nyusul
“kenapa?” tanya nadine
“biasa ngajakin kumpul dirumah lo sey” ucap fadlan
“oh” ucap seyra
“jadi gimana nih setuju gak?”tanya fadlan
“gua sih setuju aja ya emang bener kita harus punya bukti ganda biar kalau hilang gak repot” ucap seyra
“gua juga setuju,nanti lo kirim ke gua ya biar gua simpan dilaptop gua” ucap nadine pada fadlan
“okedeh siap” ucap fadlan
“sejauh mana perusahaan kalian?” tanya seyra
“dalam proses pembangunan sey,makasih berkat lo gua tau kerja keras” ucap fadlan sedikit berlebihan
“udah santai” ucap seyra
Waktu sudah menunjukan pukul satu siang nadine dan seyra pamit pulang pada fadlan. Ketika sampai dibasemen seyra dan nadine berpisah untuk pulang ke mansion masing masing.
Sesampainya dimansion dapat seyra lihat banyak kendaraan yang pasti punya teman teman twinsnya.
Seyra memasuki mansion dengan langkah angkuhnya dan menghampiri mama vina yang berada didapur
“masak apa mah?”tanya seyra
“ih kamu ngagetin mama aja” kaget mama akan kedatangan seyra
“hehe maaf mah” ucap seyra cengegesan
“mama masak telur balado nih kamu ganti baju terus makan tadi semua dah makan” ucap sang mama
“siap mah seyra keatas dulu” ucap seyra pergi meninggalkan dapur.
Ketika sampai didepan pintu kamar seyra heran kenapa kamarnya sedikit terbuka perasaan kamarnya selalu ia tutup, seyra segera memasuki kamarnya untuk mengecek betapa terkejutnya kondisi kamar yang seperti kapal pecah. Seketika seyra ingat ia pernah meletakan kamera tersembunyi yang berada di setiap pojok ruangan, ya untuk mengantisipasi hal seperti ini pasti akan terjadi
Seyra berganti pakaian lalu memanggil bi ijah pengurus rumah tangganya untuk merapikan kamarnya yang super berantakan. Seyra berjalan menuruni tangga untuk makan siang.
“kenapa lama Cuma ganti baju sey?” tanya sang mama
“ada hama yang mau bermain main sama seyra mah” bisik seyra pada mama vina
“hama?siapa?” tanya sang mama
“nanti mama pasti tau sendiri” ucap seyra tenang
Seyra segera menyantap makanannya dengan keadaan hening.
Disisi lain
“tumben lo gak adu mulut sama si lampir tuh” ucap angga seraya melirik seyra yang duduk dimeja makan dengan mama vina
“males dah” ucap kevin
“males atau takut sama tante vina?” tanya valen menaik turunkan alisnya
“yang ada dia dibelain mama terus kan anak manja kesayangan mama” ucap kevin
Kenzo hanya menyimak apa yang mereka bicarakan seraya memainkan game online dihandphonenya bersama fadlan
Seyra selesai dengan cara makan siangnya dan pamit keatas untuk mengambil bukti kepada sang mama
“mah seyra ambil bukti bentar ya” ucap seyra
“iya” ucap mama
Seyra menaiki tangga sesampainya dikamar ia segera mengambil laptop dan mengambil bukti ternyata ana mengambil kalung seyra yang seharga satu miliar
“ternyata kalung ya? Semiskin itukah lo ana” gumam seyra
Seyra memberikan vidio tersebut pada sebuah flashdisk
“hmm teman teman aku ditelfon mommy disuruh pulang cepat nih aku duluan ya” ucap ana tergesa gesa
“kamu gak mau aku antar?” tanya radit lembut
“gausah aku dah dijemput didepan kok” ucap ana meyakinkan
“bisa gawat nih kalau gua gak cepet keluar” batin ana
Sesampainya ana didepan pintu teriakan menyebut namanya membuatnya terhenti dan menoleh. Ia melihat seyra yang berjalan kearahnya dengan angkuhnya
“ANAA”
“hari ini lo lolos selamat menikmati uang haram dari kalung tersebut ana” bisik seyra yang hanya bisa didengar ana membuatnya terdiam kaku
“apa apaan lo bilang apa lo sama ana haa” emosi valen pada seyra
“mau tau banget ya kalian heh” ucap seyra pergi meninggalkan mereka semua
“gawat nih gawat” batin ana
“kenapa mukanya pucat gitu” batin fadlan
Seyra kembali menaiki tangga menuju kamarnya
Ting
Fadlan
Ada masalah apa sey?
Me
Cek email
Ketika fadlan mengecek email ada satu pesan dari seyra yang berisikan vidio
“gila harta ternyata”batin fadlan sambil menyaksikan vidio tersebut
“lo liatin vidio apa sih fad?” tanya angga yang kepo
“gak apa apa” ucap fadlan datar
“tadi nenek lampir bisikin apa cuy sama ana sampe ketakutan gitu kalau aja sampe ngancam ana awas aja” ucap kevin mengebu gebu
“jangan asal nuduh tanpa bukti” ucap fadlan
“kok lo gak pernah sih fad belain ana,secara gak langsung lo belain nenek lampir” tanya angga
“sok tau” ucap fadlan
Keadaan hening untuk sesaat sebelum suara menggema
“woy diem diem baek” ucap kevin setengah berteriak membuat mereka menatap tajam sang empu
“hehe peace udah dong jangan natap gua begitu” ucap kevin dengan cemberutnya yang mana malah terlihat menjijikan
“jijik” kata radit pedas
“bosen nih,ngapain gitu” ucap angga
“gua dapat pesan dari nyokap suruh pulang,gua duluan” ucap fadlan
“hati hati “ ucap kenzo
Fadlan berjalan keluar dari mansion smith dan mengendarai motornya kearah apartnya dan alasan disuruh pulang hanya alibi karna fadlan tak ingin berlama lama bersama mereka yang hatinya sudah tertutup.
Ting
Fadlan sudah sampai diapartnya dan memilih untuk rebahan santai karna dia bukan tipe cowok yang suka merokok
Ting
Suara notifikasi pesan dari handphonennya mengalihkan atensinya pada langit langit kamar
Misi
(nadine,seyra)
Seyra
Beberapa hari kedepan kita akan camping
Siapkan diri kalian karena permaianan ana
Akan lebih menantang
Nadine
Camping? Seru dong
Me
Oke,jaga diri kalian baik baik
Nadine
Oke see you
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam dan waktunya untuk tidur
“semoga besok lebih baik” ucap seyra memandang langit langit kamar
Dan tak lama dari itu sudah terlelap