Rencana pulang

683 Kata

“Saya tidak mau makan!” tolak Damian keras kepala sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela. “Hmm, baiklah,” gumam Alina pasrah. Ia sudah paham betul apa yang diinginkan suaminya itu jika sudah bertingkah seperti anak kecil. “Aaaa...” ucap Alina sabar sambil menyodorkan sendok berisi bubur ke mulut Damian. Mendengar suara lembut itu, Damian langsung menoleh. Ia membuka mulutnya lebar-lebar, menerima suapan demi suapan hingga makanan di mangkuk itu tandas tak bersisa. Namun, tepat saat suapan terakhir masuk, pintu ruangan terbuka. Ceklekk. Pintu terbuka lebar, menampilkan sosok pria tampan yang berdiri di ambang pintu. Sepasang suami istri di dalam ruangan itu sontak menoleh, menatap lekat pada orang yang baru saja datang. “Kenapa kalian menatapku seperti itu? Apa tidak ada sambuta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN