Setelah Sekretaris Sam membawa sepasang suami istri itu ke rumah sakit terdekat, dokter segera memberikan penanganan darurat pada Damian. Luka tembak yang diderita pria itu cukup parah dan mengharuskannya segera masuk ke ruang operasi. Sementara itu, Alina hanya bisa terduduk lemas di ruang tunggu. Wanita itu menangis dalam diam, menunggu Damian yang sedang bertaruh nyawa di dalam sana. Bayangan tubuh suaminya yang terkulai lemah dan tak sadarkan diri sepanjang perjalanan tadi terus berputar di kepalanya. Alina bahkan tak lagi memedulikan kondisi fisiknya sendiri yang sebenarnya sudah kelelahan sejak tadi. Hampir dua jam berlalu, namun lampu indikator ruang operasi itu tak kunjung padam. Entah sampai kapan prosedur itu akan berlangsung. Hati Alina semakin gelisah, pikirannya berkecamuk t

