Kekanakan

717 Kata

Tok, tok, tok. Suara ketukan pintu memecah keheningan pagi di kamar mewah itu. “Tuan, nyonya, sarapan sudah siap di meja makan,” suara pak Hadi terdengar sopan namun tegas dari balik pintu. Alina sedikit tersentak, lalu berteriak menjawab, “Baik, Pak Hadi! Kami akan segera turun!” Teriakan Alina tepat di telinga Damian membuat pria itu mengerang protes. Bukannya melepaskan, Damian justru mempererat pelukannya pada pinggang ramping istrinya. “Apa kau pikir ini hutan belantara sampai harus berteriak-teriak begitu?” gerutu Damian dengan suara serak khas bangun tidur. Suara bariton yang berat itu terdengar begitu seksi di telinga Alina, membuat bulu kuduknya meremang. Ya, dan Bapak adalah beruangnya. Kenapa malah memeluk semakin erat, sih? batin Alina kesal karena napasnya mulai terasa s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN