Mengapa Harus Aku?

1032 Kata

Setibanya di rumah, Zahara langsung masuk ke kamarnya tanpa berkata sedikit pun. Dia masih menangis, meratapi nasibnya yang baru saja dihina oleh calon suami. Umi Zahara yang tak sempat bertanya karena anaknya itu langsung menutup pintu kamar, menghampiri suaminya yang terduduk lesu di ruang tamu. “Abi, Zahara kenapa? Apa terjadi sesuatu tadi?” tanyanya seraya meletakkan gelas berisi air putih di atas meja. Ustad Syahrul menggeleng lemah. “Bukan hal yang serius, Umi. Zahara memutuskan untuk mengakhiri perjodohannya.” “Apa?” Umi Zahara terkejut. “Kenapa dibatalkan, Abi? Bukankah Zahara juga menginginkan hal ini?” “Iya, Abi tau. Tapi, kita nggak bisa berbuat dengan sesuai keinginan jika Nak Dewa nya sendiri tidak setuju.” “Terus, kenapa Zahara sampai menangis seperti itu, Abi? Umi nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN