Dewa meninggalkan kedua sahabatnya di dalam kamar dan turun ke bawah dengan tergesa. Musfiq dan Beno hanya melihat keheranan, dari raut wajah Dewa jelas terpancar api amarah di sana. Beno langsung diam, mungkin dia alah bicara tadi. “Lo, sih, ngomong nggak dipikir dulu. Kalau Dewa marah nanti kita bisa diusir.” Musfiq menghampiri dan menyikut lengan Beno. “Ya, maaf,” ucap Beno cemberut. Sementara itu, Dewa yang baru saja tiba di lantai bawah terhenti saat melihat Ustad Syahrul dan Zahara masih ada di rumahnya. Pria itu sudah tidak tahan lagi melihat mereka di sana. Sudah cukup baginya untuk memahami hubungan orang tua dan Ustad Syahrul itu. “Kenapa masih ada di sini?” Dewa langsung menghampiri dan memotong pembicaraan abi nya. Orang tua Dewa terkejut, begitu juga dengan Ustad Syahrul

